Sumber: Bloomberg | Editor: Johana K.
Nilai mata uang Australia dan Selandia baru terus melorot hingga dua hari ini di tengah kekhawatiran krisis utang Eropa yang memburuk. Dollar Aussie jatuh terhadap yen, sebelum perkiraan data pekan ini yang menunjukkan inflasi Australia menurun. Kondisi ini mungkin akan mendorong bank sentral Australia, Reserve Bank untuk menurunkan tingkat bunga pinjaman.
Begitu juga dengan dollar Selandia Baru, yang turun dibandingkan 16 mata uang utama dunia lainnya. Kondisi Spayol yang masih memburuk ditambah permintaan bailout Valencia ke pemerinta pusat menamah resiko krisis Eropa.
Menurut Thomas Averill, Managing Director Rochford Capital di Sydney, pemecahan untuk krisis Eropa masih jauh dan kekhawatiran terus membebani pasar. "Sentimen risiko sangat rapuh dan sangat fluktuatif. Anda mungkin akan melihat Aussie dan Kiwi (Selandia Baru) mengikuti pengaruh ekuitas di selatan," katanya.
Dollar Australia jatuh 0,4% menjadi US$ 1,0341 pada 09.27 waktu Sydney dari penutupan di New York pada 20 Juli 2012 dan ¥ 81,12. Dollar Selandia Baru juga turun 0,4% menjadi US$ 79,67 sen dan ¥ 62,49.













