kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

KTT APEC di Thailand Diwarnai Aksi Unjuk Rasa


Jumat, 18 November 2022 / 16:28 WIB
Seorang pengunjuk rasa bentrok dengan petugas polisi anti huru hara selama protes terhadap KTT APEC 2022, di dekat Monumen Demokrasi di Bangkok, Thailand (18/11/2022). (REUTERS/Tanat Chayaphattharitthee)


Sumber: Arab News,Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Polisi Thailand pada hari Jumat menembakkan peluru karet untuk membubarkan protes terhadap KTT APEC di Bangkok, kata seorang pejabat polisi yang bertanggung jawab atas satuan tugas keamanan acara tersebut.

Sekitar 350 pengunjuk rasa berkumpul dan bentrok dengan polisi, kata Ashyan Kraithong, sekitar 10 km (6 mil) dari tempat pertemuan para pemimpin kelompok Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik.

Video di media sosial menunjukkan pengunjuk rasa mencoba untuk menjungkirbalikkan mobil polisi, melemparkan proyektil dan menyerang polisi, sementara petugas dengan perlengkapan anti huru hara maju ke arah mereka dengan perisai dan memukul balik dengan tongkat.

Baca Juga: Presiden Jokowi Mendorong Pemimpin Ekonomi APEC Memperkuat Kerja Sama Konkret

Aktivis pemuda Patsaravalee 'Mind' Tanakitvibulpon, yang berada di demonstrasi, mengatakan orang-orang memprotes KTT APEC dan Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha.

“Polisi bereaksi berlebihan. Mereka menggunakan peluru karet pada kami dan mencoba menghentikan kami berkali-kali,” katanya kepada Reuters.

Polisi menangkap 10 pengunjuk rasa.

“Para pengunjuk rasa melanggar hukum, menyerang petugas polisi secara fisik,” kata Ashyan, menambahkan bahwa lima petugas terluka.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×