Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - HSBC mencatat kenaikan laba sebelum pajak sebesar 32% pada kuartal III-2026.
Kinerja bank terbesar di Eropa tersebut ditopang oleh kenaikan suku bunga yang mendukung pendapatan bunga bersih serta tidak adanya pencadangan biaya hukum seperti yang dibukukan pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Harga Tembaga Menguat, Reli Saham AI dan Permintaan China Jadi Penopang
Mengutip Reuters, Selasa (27/10/2026), laba sebelum pajak HSBC mencapai US$ 9,6 miliar pada periode Juli–September 2026. Realisasi tersebut sejalan dengan estimasi yang dihimpun oleh HSBC.
Selain mencatat pertumbuhan laba, HSBC mengumumkan program pembelian kembali saham atau buyback senilai hingga US$ 1 miliar. Nilai tersebut sama dengan program buyback yang diluncurkan pada kuartal sebelumnya.
HSBC juga melaporkan penurunan estimasi kerugian kredit atau expected credit losses (ECL) sebesar 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menjadi US$ 800 juta.
Baca Juga: Pertumbuhan Laba Industri di China Naik di Tengah Kesenjangan Ekonomi
Penurunan tersebut didorong oleh berkurangnya pencadangan kerugian kredit yang terkait dengan sektor properti Hong Kong, serta bisnis pengelolaan kekayaan HSBC di Inggris dan Meksiko.
Dari sisi pembagian keuntungan kepada pemegang saham, HSBC mengumumkan dividen interim sebesar US$ 0,10 per saham. Besaran dividen ini tidak berubah dibandingkan kuartal sebelumnya.














