Lebanon Kecam Aksi Israel yang Menggunakan Wilayah Udaranya untuk Mengebom Suriah

Selasa, 16 Agustus 2022 | 13:23 WIB Sumber: Arab News
Lebanon Kecam Aksi Israel yang Menggunakan Wilayah Udaranya untuk Mengebom Suriah

ILUSTRASI. Sebuah pesawat perang melakukan pengeboman di atas Suriah pada 24 Juli 2018.

KONTAN.CO.ID - BEIRUT. Kementerian Luar Negeri Lebanon pada Senin (15/8) melayangkan kecamannya kepada Israel karena telah menggunakan wilayah udara Lebanon untuk mengebom Suriah.

Dilansir Arab News, Kementerian Luar Negeri Lebanon memperingatkan adanya konseskuensi atas perilaku agresif tersebut, terutama karena ada pelanggaran berkelanjutan terhadap kedaulatan Lebanon.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Lebanon juga menyebut ada pelanggaran mencolok terhadap hukum dan perjanjian internasional. Setelah ini, Lebanon akan mengajukan keluhan ke Dewan Keamanan PBB.

Baca Juga: Dewan Keamanan PBB Gelar Pertemuan Darurat Terkait Pertempuran di Gaza

Pada Minggu (14/8) malam, sejumlah pesawat tempur Israel mengebom beberapa titik di pedesaan Damaskus dan provinsi pesisir Tartus, melalui wilayah udara Lebanon.

Hubungan kedua negara memang memiliki sejarah yang buruk. Israel sempat melakukan agresi terhadap Lebanon sebelum akhirnya dihentikan oleh Resolusi PBB 1701 tahun 2006.

Tanggal 12 Agustus lalu juga menandai peringatan 16 tahun lahirnya resolusi yang mengakhiri permusuhan kedua negara. Serangan Israel melalui wilayah udara Lebanon bisa saja memantik kembali permusuhan yang dulu pernah ada.

Baca Juga: Palestina Luncurkan Upaya Diplomatik Baru Demi Peroleh Keanggotaan Penuh di PBB

Kecaman oleh Kementerian Luar Negeri Lebanon juga disampaikan bertepatan dengan kunjungan Menteri Pengungsi Lebanon Issam Sharafeddine ke Suriah. 

Sharafeddine memimpin delegasi kementerian dalam diskusi dengan pihak berwenang Suriah tentang pemulangan pengungsi yang telah tinggal di Lebanon sejak awal perang saudara.

Di Suriah, dia bertemu dengan sejumlah pejabat Suriah, termasuk Menteri Administrasi Lokal dan Lingkungan Hidup Hussein Makhlouf dan Menteri Dalam Negeri Mohammed Khalid Al-Rahmoun.

Kedua belah pihak dilaporkan membahas rencana pemulangan pengungsi Suriah ke negara asal mereka dengan cara yang aman dan bermartabat.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru