kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.944   31,00   0,17%
  • IDX 6.068   30,85   0,51%
  • KOMPAS100 781   3,84   0,49%
  • LQ45 598   2,29   0,38%
  • ISSI 211   1,01   0,48%
  • IDX30 332   1,64   0,50%
  • IDXHIDIV20 424   1,23   0,29%
  • IDX80 89   0,40   0,46%
  • IDXV30 115   0,40   0,35%
  • IDXQ30 108   0,42   0,39%

Mahathir memperkuat cengkeramannya di tengah kekacauan politik Malaysia


Selasa, 25 Februari 2020 / 15:47 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad bereaksi setelah menghadiri pelantikan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk masa jabatan kedua, di gedung Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Indonesia, 20 Oktober 2019.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Sejumlah partai politik di Malaysia bersaing memenangkan hati Mahathir Mohamad pada hari Selasa, setelah ia mengundurkan diri dari posisi Perdana Menteri dalam kekacauan politik.

Kondisi ini membuka peluang bagi Mahathir melakukan langkah mengejutkan untuk memperkuat kekuatannya dalam menguasai panggung politik Malaysia. 

Baca Juga: Sumber: Mahathir akan mengikat partai-partai oposisi untuk bentuk pemerintahan baru

Mahathir, yang kini berusia 94 tahun adalah seorang pemimpin pemerintahan tertua di dunia. Ia mengundurkan diri pada hari Senin (24/2) yang mengejutkan semua pihak, tetapi segera setelah pengunduran dirinya, Raja Malaysia menunjuknya sebagai perdana menteri sementara negeri jiran tersebut, sebuah peran yang strategis.

Langkah Mahathir ini akan secara efektif menghancurkan koalisi yang ia bentuk bersama saingan lamanya Anwar Ibrahim, 72 tahun. Keputusan Mahathir itu juga membebaskannya dari janjinya sebelum memenangi pemilihan umum pada 2018 bahwa ia akan menyerahkan jabatannya kepada Anwar sebelum masa jabatannya berakhir pada 2023.

Baca Juga: India Boikot Malaysia, Ekspor CPO Indonesia Bakal Meningkat

"Dia memiliki kebebasan total untuk memutuskan sesukanya," ujar Direktur Jajak Pendapat Merdeka, Ibrahim Suffian, seperti dilansir Reuters, Selasa (25/2).




TERBARU

[X]
×