Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Manchester United kembali gagal meraih kemenangan setelah takluk 0-2 dari Chelsea pada lanjutan Liga Inggris, Sabtu (31/10/2026).
Hasil tersebut memperpanjang catatan tanpa kemenangan MU menjadi sembilan pertandingan.
Pada pertandingan lain, Manchester City juga menelan kekalahan setelah takluk 0-1 dari Brighton & Hove Albion di kandang sendiri. Hasil ini sekaligus mengakhiri rekor sempurna City di awal musim Liga Inggris.
Baca Juga: Daftar Negara dengan Tingkat Judi Online Tertinggi di Dunia 2026
Bermain di Stamford Bridge, Manchester United sebenarnya tampil lebih baik pada babak pertama.
Namun, kegagalan memaksimalkan sejumlah peluang membuat tim asuhan Michael Carrick harus membayar mahal.
Chelsea membuka keunggulan melalui aksi individu Morgan Rogers. Tekanan terhadap MU semakin besar setelah bek Lisandro Martinez menerima kartu merah dan menyebabkan penalti pada menit ke-63.
Cole Palmer yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya untuk membawa Chelsea unggul 2-0.
Kekalahan tersebut membuat posisi Manchester United semakin tertekan. Mereka hanya mengoleksi tujuh poin dari sembilan pertandingan dan berada di dekat zona degradasi.
Baca Juga: Daftar Negara dengan Tingkat Judi Online Tertinggi di Dunia 2026
MU terhindar dari masuk ke zona merah setelah Nottingham Forest dan Crystal Palace juga menelan kekalahan.
Carrick kini mencatatkan periode tanpa kemenangan terpanjang Manchester United sejak 1988. Timnya juga telah menelan empat kekalahan beruntun di Liga Inggris.
Meski demikian, Carrick mendapat tepuk tangan dari para pendukung MU yang hadir di Stamford Bridge setelah pertandingan berakhir.
"Saya mengambil banyak hal positif dari babak pertama. Namun, pertandingan kemudian lepas dari kendali kami. Hal ini sudah terlalu sering terjadi, sehingga kami harus belajar dan segera melakukan sesuatu," ujar Carrick.
Baca Juga: Liverpool vs Arsenal: The Gunners Belum Menang di Anfield Sejak 2012
Manchester City kehilangan poin di kandang
Sementara itu, Manchester City gagal memanfaatkan status tuan rumah saat menjamu Brighton. Gol Yasin Ayari pada menit ke-11 menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut.
Gol itu bermula dari kesalahan sapuan Matheus Nunes yang justru mengarah kepada Ayari. Pemain Brighton tersebut kemudian menyelesaikan peluang dari jarak dekat.
Baca Juga: IMF Ungkap Negara dengan Pertumbuhan Ekonomi Tercepat pada 2027, Ini Daftarnya
Manchester City berupaya mengejar ketertinggalan dengan melancarkan tekanan sepanjang pertandingan. Namun, dari 21 percobaan tembakan, tidak satu pun berhasil menghasilkan gol.
Kegagalan mencetak gol tersebut menjadi yang pertama bagi City dalam 25 pertandingan terakhir mereka di Liga Inggris.
Pelatih Brighton Fabian Hurzeler mengatakan, kekuatan pertahanan dan kerja sama tim menjadi faktor penting dalam kemenangan tersebut. Brighton sebelumnya juga berhasil mengalahkan Arsenal dan Manchester City pada musim ini.
Kekalahan City membuka peluang Arsenal mengambil alih posisi puncak klasemen. City mengoleksi 21 poin dari sembilan pertandingan, sama dengan Arsenal yang baru memainkan delapan laga.
Arsenal akan menjadi pemimpin klasemen jika mampu menghindari kekalahan saat menghadapi Liverpool pada Minggu (1/11/2026).
Baca Juga: Tingkat Pengangguran di Asia Tenggara 2026: Indonesia 4,7%, Filipina Tertinggi
Brighton berada di posisi ketiga dengan 19 poin, sedangkan Chelsea menempati peringkat keempat dengan 16 poin.
Di pertandingan lainnya, Tottenham Hotspur meraih kemenangan ketiga secara beruntun setelah mengalahkan Crystal Palace. Tottenham menang 2-0 dan naik ke posisi kedelapan klasemen.
Sementara itu, Coventry City keluar dari zona degradasi setelah menang 3-1 atas Sunderland. Bournemouth juga mengalahkan Leeds United 2-0 dan naik ke posisi ketujuh.











