Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - ASUNCION. Mantan Presiden Paraguay, Santiago Peña, mendatangi Kantor Kejaksaan pada Sabtu (7/11) untuk menjalani pemeriksaan oleh jaksa. Kedatangannya berlangsung sehari setelah ia dimakzulkan dan dikenai tahanan rumah di tengah krisis politik dan keuangan yang dipicu oleh runtuhnya perusahaan pemberi pinjaman digital, ueno.
Pada Jumat (6/11), jaksa menyatakan bahwa dakwaan terhadap Peña masih dalam tahap penentuan. Namun, salah satu dugaan pelanggaran yang mungkin dikenakan adalah perdagangan pengaruh.
Setelah pemakzulan Peña, Wakil Presiden Pedro Alliana mengambil alih jabatan presiden. Politikus senior dari Partai Colorado yang telah lama berkuasa itu dilantik pada Jumat untuk melanjutkan sisa masa jabatan Peña hingga Agustus 2028.
Baca Juga: AS Bentuk Satuan Tugas Khusus untuk Blokir Jalur Senjata dan Pendapatan Iran
Anggota parlemen yang mendukung pemakzulan Peña menuduhnya terlibat konflik kepentingan, memanipulasi pengawasan regulator, serta ikut dalam upaya menutupi persoalan kelembagaan yang melibatkan bank sentral.
Peña diketahui masih menjadi pemegang saham di perusahaan induk ueno hingga Maret 2025. Namun, ia membantah melakukan pelanggaran dan menyatakan bahwa masalah yang dihadapi bank tersebut merupakan persoalan regulasi.
Runtuhnya ueno membuat jutaan nasabah kesulitan mengakses rekening mereka dan memicu aksi demonstrasi diAsuncion.
Skandal tersebut juga menyeret sejumlah pejabat senior serta mantan eksekutif ueno. Sementara itu, pihak regulator berupaya meyakinkan para nasabah bahwa dana mereka tetap menjadi perhatian serta mengendalikan risiko agar tidak meluas dan mengganggu sistem keuangan secara keseluruhan.













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
