Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Won Korea Selatan dan peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan harian terbesar di antara sejumlah mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (23/10/2026).
Di sisi lain, rupiah melemah di tengah pergerakan mata uang regional yang bervariasi.
Baca Juga: Yen Jepang Menguat ke Level Tertinggi Sebulan, Kekhawatiran AI Tekan Dolar AS
Mengutip data Reuters pada Jumat pukul 02.17 GMT, won Korea Selatan menguat 0,16% ke level 1.323,10 per dolar AS. Peso Filipina menyusul dengan kenaikan 0,11% menjadi 63,36 per dolar AS.
Yuan China juga menguat 0,03% ke level 6,673 per dolar AS. Sementara itu, dolar Singapura melemah 0,02% menjadi 1,277 per dolar AS dan dolar Taiwan turun 0,06% ke level 32,508 per dolar AS.
Di kawasan Asia Tenggara, baht Thailand bergerak stabil di level 33,73 per dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,10% menjadi 4,085 per dolar AS.
Adapun rupiah melemah 0,08% ke level Rp 18.060 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 18.045 per dolar AS. Rupee India juga relatif stabil di level 94,818 per dolar AS.
Baca Juga: Real Madrid Akhirnya Hentikan Boikot Ballon d'Or Setelah Dua Tahun
Rupiah melemah 7,70% sepanjang 2026
Secara kumulatif sejak akhir 2025, rupiah mencatat pelemahan 7,70% terhadap dolar AS. Posisi rupiah bergerak dari Rp 16.670 per dolar AS pada akhir 2025 menjadi Rp 18.060 per dolar AS berdasarkan data Reuters tersebut.
Pelemahan rupiah secara tahun berjalan lebih besar dibandingkan ringgit Malaysia yang turun 0,71%, rupee India yang melemah 5,22%, serta baht Thailand yang terkoreksi 6,76%.
Peso Filipina juga melemah 7,20% sejak akhir 2025, sedangkan dolar Taiwan turun 3,29%. Sebaliknya, won Korea Selatan menguat 8,87% dan yuan China naik 4,72% terhadap dolar AS sepanjang periode yang sama.
Dolar Singapura menguat 0,63% secara tahun berjalan, sementara yen Jepang melemah tipis 0,12%.
Pergerakan tersebut menunjukkan kinerja mata uang Asia yang beragam sepanjang 2026, dengan rupiah termasuk mata uang yang mengalami pelemahan cukup besar terhadap dolar AS.
Baca Juga: Bursa Asia Melemah, Kekhawatiran Gelembung AI Picu Investor Borong Obligasi AS














