Sumber: New York Times | Editor: Djumyati P.
KAIRO. Setelah 3 hari demonstrasi yang semakin brutal terjadi di Mesir, akhirnya pemerintah sipil sementara mengajukan pengunduran diri. Mereka menyerahkan kekuasaan kepada dewan militer yang berkuasa Senin (21/11).
Kabar penyerahan kekuasaan ini diberitakan oleh televisi Mesir. Sayangnya masih belum ketahuan apakah pihak militer mau menerima penyerahan kekuasaan itu atau tidak. Saat ini memang menjadi tantangan yang paling berdarah bagi militer Mesir untuk memegang kekuasaan sejak kejatuhan Husni Mubarak, saat terjadi bentrokan demonstran dan angkatan bersenjata di Tahrir Square dan seluruh penjuru negeri Mesir.
Militer Mesir sempat didapuk sebagai penyelamat saat jenderal mereka bisa menahan Husni Mubarak (11/2). Tapi pada hari Minggu lalu mereka juga yang menekan para demonstran untuk segera meninggalkan Tahrir Square. Dalam pembersihan ini, menurut Menteri Kesehatan Mesir terdapat 23 orang terbunuh dan 1.500 orang yang terluka.













