Meski Melambat, Pendapatan Zoom Melonjak 5%

Selasa, 22 November 2022 | 10:17 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Meski Melambat, Pendapatan Zoom Melonjak 5%

ILUSTRASI. Pendapatan Zoom naik 5%


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Zoom Video Communications Inc. mencatat pertumbuhan penjualan kuartalan paling lambat dalam catatan. Capaian tersebut membuat perusahaan sedikit mengurangi perkiraan pendapatan setahun penuh.

Mengutip Bloomberg (22/11), pendapatan Zoom meningkat 5% menjadi US$ 1,1 miliar, sejalan dengan estimasi rata-rata analis. Selama setahun penuh, perusahaan perangkat lunak ini mengurangi perkiraan penjualannya menjadi sebanyak US$ 4,38 miliar dari proyeksi Agustus sebanyak US$ 4,4 miliar.

Chief Financial Officer Kelly Steckelberg bilang dengan pedoman penjualan setahun penuh ini mengasumsikan bahwa bisnis perusahaan Zoom akan tumbuh lebih dari 20% sementara pendapatan dari konsumen online dan pelanggan bisnis kecil akan turun sekitar 8%.

Memang, Zoom, yang menjadi perhatian publik selama puncak pandemi, tengah berjuang untuk membalikkan perlambatan pertumbuhan layanan komunikasi videonya dengan memperluas alatnya untuk bisnis.

Tyler Radke, seorang analis di Citigroup Inc., skeptis pertumbuhan perusahaan akan kembali dalam waktu dekat. “Meskipun ada sedikit peningkatan pendapatan, indikator utama menunjukkan tanda-tanda penurunan bertahap,” tulisnya setelah hasilnya dirilis.

Baca Juga: YouTube Menantang TikTok Memberi Pendapatan pada Kreator 45% dari Penjualan Iklan

Saham Zoom, yang telah mendekati harga pra-pandemi, turun ke level terendah US$ 74,73 dalam perdagangan yang diperpanjang setelah ditutup pada US$ 80,26 di New York. Saham telah turun 56% tahun ini.

Pada periode yang berakhir 31 Oktober, perusahaan mengatakan memiliki 209.300 pelanggan perusahaan, meningkat 14% dari tahun sebelumnya. Analis, rata-rata, memproyeksikan Zoom akan melaporkan 210.105.

“Bisnis online masih memiliki dampak yang meredam pada tingkat pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan. Adapun akuisisi potensial, Zoom mencari setiap hari,” kata Steckelberg.

Steckelberg merinci penjualan di kawasan Amerika tumbuh 11% sementara Eropa, Timur Tengah dan Afrika merosot 9% akibat fluktuasi mata uang dan dampak perang di Ukraina. Pendapatan di kawasan Asia-Pasifik turun 3%.

Laba fiskal kuartal ketiga, tidak termasuk beberapa item, adalah US$ 1,07 per saham, Analis, rata-rata, memproyeksikan 83 sen per saham.

Penghasilan setahun penuh akan mencapai US$ 3,94 per saham, kata perusahaan itu, meningkat dari perkiraan Zoom Agustus sebanyak US$ 3,69 per saham.

 

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru