kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.948   9,00   0,05%
  • IDX 6.275   -23,77   -0,38%
  • KOMPAS100 816   -2,60   -0,32%
  • LQ45 622   -0,86   -0,14%
  • ISSI 217   -1,45   -0,66%
  • IDX30 345   -0,43   -0,13%
  • IDXHIDIV20 429   0,09   0,02%
  • IDX80 93   -0,22   -0,24%
  • IDXV30 117   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,04   -0,04%

Meta Masuk Perang Perangkat AI, Muse Charm Jadi Andalan Baru


Jumat, 25 September 2026 / 10:21 WIB
Meta Masuk Perang Perangkat AI, Muse Charm Jadi Andalan Baru
ILUSTRASI. CEO Meta Mark Zuckerberg - Muse Charm (REUTERS/Carlos Barria)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Persaingan perusahaan teknologi untuk mengembangkan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) di luar smartphone semakin ketat.

Melansir Reuters Jumat (25/9/2026), Meta Platforms kembali membuka babak baru dengan memperkenalkan Muse Charm, perangkat AI seukuran jam saku yang ditujukan untuk memperluas penggunaan AI dalam aktivitas sehari-hari.

Peluncuran tersebut memperkuat tren perusahaan teknologi yang berupaya menciptakan sumber pendapatan baru melalui perangkat khusus AI.

Produk yang dikembangkan mencakup kacamata pintar, perangkat augmented reality (AR), wearable assistant, hingga cincin pintar.

Perangkat-perangkat tersebut dirancang agar pengguna dapat berinteraksi dengan AI tanpa selalu bergantung pada layar smartphone.

Baca Juga: Harga Minyak Tergelincir di Pagi Ini (25/9), Pasar Menantikan Gencatan Senjata Iran

Kacamata pintar jadi arena persaingan

Salah satu kategori yang berkembang adalah kacamata pintar berbasis AI. Perangkat ini umumnya dilengkapi kamera, mikrofon dan speaker sehingga dapat digunakan untuk mengambil gambar, menjawab pertanyaan, menerjemahkan percakapan secara langsung hingga memahami objek yang dilihat pengguna.

Meta bersama EssilorLuxottica telah memasarkan Ray-Ban Meta yang dilengkapi Meta AI, kamera, mikrofon, speaker serta fitur penerjemahan dan visual AI. Keduanya juga mengembangkan Oakley Meta untuk pengguna olahraga dan aktivitas luar ruang.

Xiaomi juga telah memasarkan kacamata AI dengan fitur kamera, asisten AI dan penerjemahan.

Sementara itu, Samsung bersama Google, Gentle Monster dan Warby Parker telah mengumumkan pengembangan kacamata pintar berbasis Gemini dan Android dengan kemampuan extended reality (XR).

Di segmen yang lebih maju, perusahaan teknologi mengembangkan kacamata AR yang mampu menampilkan informasi digital langsung pada bidang pandang pengguna. Teknologi ini berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap smartphone dan layar konvensional.

Snap telah mengumumkan Specs yang dilengkapi layar AR, asisten AI, kontrol suara dan tangan serta navigasi. Meta juga masih mengembangkan Orion dalam tahap prototipe.

Sementara itu, Rokid telah memasarkan kacamata dengan layar, asisten AI, navigasi dan fitur teleprompter.

XREAL juga menjual perangkat One dan One Pro yang menggabungkan layar virtual, spatial computing dan audio yang disetel Bose.

Baca Juga: Mata Uang Asia Bergerak Variatif Jumat (25/9), Ringgit Menguat dan Rupiah Melemah

Wearable dan perangkat AI genggam

Persaingan tidak hanya terjadi pada kacamata. Sejumlah perusahaan juga mengembangkan perangkat AI berukuran kecil seperti pendant dan perekam suara yang dapat menangkap percakapan, membuat transkripsi, merangkum informasi dan memberikan pengingat.

Plaud telah memasarkan Note, NotePin dan Note Pro sebagai perangkat perekam dan pencatat berbasis AI.

Amazon juga telah mengakuisisi startup wearable AI Bee, yang mengembangkan perangkat dengan kemampuan perekaman suara, transkripsi, rangkuman dan pengingat.

Meta sebelumnya mengakuisisi Limitless, startup yang mengembangkan pendant untuk merekam percakapan dan mendukung transkripsi. Produk tersebut dihentikan, tetapi layanan untuk pelanggan yang sudah ada masih dipertahankan.

Di kategori perangkat genggam, Rabbit R1 telah dipasarkan dengan layar sentuh, kamera, mikrofon, speaker dan asisten AI. Sementara itu, Humane menghentikan bisnis AI Pin setelah upayanya menghadirkan perangkat AI khusus tidak berlanjut.

Kategori wearable lain yang telah berkembang adalah smart ring. Samsung memasarkan Galaxy Ring dengan fitur pemantauan kesehatan, tidur, detak jantung dan aktivitas.

Oura juga menawarkan Oura Ring dengan kemampuan memantau aktivitas, tidur, kesehatan jantung dan suhu tubuh.

Baca Juga: Bursa Asia Bertahan di Tengah Lonjakan Yield US Treasury dan Harga Minyak

Headset mixed reality

Headset mixed reality juga menjadi bagian dari perlombaan perangkat komputasi generasi berikutnya.

Produk ini menggabungkan konten digital dengan lingkungan fisik dan menyasar kebutuhan hiburan hingga produktivitas.

Apple telah memasarkan Vision Pro dengan teknologi pelacakan mata dan tangan, passthrough berwarna serta spatial audio yang berjalan pada sistem operasi visionOS.

Meta menawarkan Quest 3 dan Quest 3S sebagai headset mixed reality mandiri berbasis Meta Horizon OS.

Sementara itu, Samsung dan Google telah menghadirkan Galaxy XR yang menggunakan platform Android XR dan dilengkapi kemampuan AI Gemini.

Melalui Muse Charm, Meta kini kembali memperluas fokus ke perangkat AI yang lebih ringkas.

Baca Juga: Arab Saudi Dapat Dukungan Turki-Pakistan, Serangan Houthi Ganggu Arus Minyak

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan teknologi tidak hanya berlomba meningkatkan kemampuan model AI, tetapi juga mencari bentuk perangkat baru yang dapat menjadi titik interaksi antara konsumen dan AI.

Bagi perusahaan teknologi, keberhasilan perangkat-perangkat tersebut akan menentukan apakah AI dapat berkembang dari sekadar layanan di dalam smartphone menjadi kategori perangkat konsumen baru dengan sumber pendapatan tersendiri.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×