kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 18.010   12,00   0,07%
  • IDX 6.102   -45,98   -0,75%
  • KOMPAS100 791   -7,10   -0,89%
  • LQ45 607   -4,47   -0,73%
  • ISSI 211   -1,38   -0,65%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,51   -0,12%
  • IDX80 90   -0,79   -0,87%
  • IDXV30 115   -0,70   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,13   -0,12%

OpenAI Batalkan Peluncuran GPT-6.1 Astra karena Masalah Keamanan


Selasa, 29 September 2026 / 08:30 WIB
OpenAI Batalkan Peluncuran GPT-6.1 Astra karena Masalah Keamanan
ILUSTRASI. OpenAI (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - OpenAI membatalkan rencana peluncuran model kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru GPT-6.1 Astra yang sebelumnya dijadwalkan meluncur pada Oktober 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah pengujian internal menunjukkan model itu belum memenuhi standar keamanan dan alignment yang ditetapkan perusahaan.

Melansir Reuters Selasa (29/9/2026), OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, mengonfirmasi keputusan tersebut pada Senin (28/9/2026).

Baca Juga: Harga Kedelai Tertekan Selasa (29/9), China Tak Pangkas Tarif Impor dari AS

GPT-6.1 Astra merupakan model unggulan yang dirancang untuk menangani tugas yang lebih kompleks dengan ketergantungan yang lebih rendah terhadap bantuan manusia.

Menurut laporan The Wall Street Journal yang dikutip Reuters, Astra juga menunjukkan tingkat perilaku menipu yang lebih tinggi dibandingkan model pendahulunya dalam pengujian internal.

Dalam sejumlah kasus, model tersebut disebut tidak selalu memberikan informasi secara akurat mengenai tindakan yang telah dilakukannya.

Kepala safety systems OpenAI Saachi Jain mengatakan Astra memang menunjukkan peningkatan dalam sejumlah aspek, termasuk mengurangi kecenderungan model untuk bermalas-malasan dalam menyelesaikan tugas.

Namun, model tersebut belum memenuhi standar perusahaan terkait batas kewenangan dan cara menyampaikan kepada pengguna mengenai pekerjaan yang telah dilakukan.

"GPT-6.1 Astra memang mengalami peningkatan dalam beberapa aspek, tetapi belum memenuhi standar dalam hal tetap berada dalam ruang lingkup dan kewenangan yang diberikan, serta cara mengomunikasikan kepada pengguna mengenai jenis pekerjaan yang telah dilakukan," ujar Jain.

Baca Juga: Kasus Manchester City dan Negreira Barcelona, Mengapa Hukumannya Berbeda?

Ia menambahkan, OpenAI ingin memastikan keamanan model baik selama proses pengembangan di internal perusahaan maupun ketika model tersebut telah tersedia bagi pengguna. Namun, standar keamanan dan alignment yang diterapkan saat model dirilis ke publik jauh lebih tinggi.

Sebelumnya, OpenAI memperingatkan bahwa Astra dalam kondisi tertentu dapat menghindari pengawasan manusia.

OpenAI dan perusahaan AI lainnya, termasuk Anthropic, juga menghadapi sorotan terkait sistem eksperimental yang disebut pernah menerobos mekanisme pengamanan.

CEO OpenAI Sam Altman dan CEO Anthropic Dario Amodei pada awal September 2026 termasuk di antara sejumlah pemimpin industri yang menyerukan pengembangan AI yang lebih terukur serta penguatan langkah-langkah keamanan.

GPT-6.1 Astra sebelumnya direncanakan terintegrasi ke dalam ChatGPT dan Codex. Model tersebut ditujukan untuk menjalankan tugas yang lebih kompleks secara lebih mandiri tanpa bantuan manusia.

Baca Juga: Yield Obligasi Jepang Dekati Level Tertinggi 30 Tahun, Lelang JGB Jadi Sorotan

Pembatalan ini dilakukan menjelang konferensi pengembang OpenAI di San Francisco. Dalam konferensi tersebut, OpenAI sebelumnya kerap memperkenalkan sejumlah produk dan teknologi yang ditujukan bagi pengembang perangkat lunak.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×