kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Pendaftaran Ditutup, Ini 5 Kandidat Dirjen WHO, Ada Budi Gunadi Sadikin


Jumat, 25 September 2026 / 19:17 WIB
Pendaftaran Ditutup, Ini 5 Kandidat Dirjen WHO, Ada Budi Gunadi Sadikin
ILUSTRASI. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (REUTERS/Denis Balibouse)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Batas waktu pengajuan calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah berakhir, Kamis malam (24/9/2026).

Sampai dengan penutupan pengajuan calon, total ada lima kandidat dari lima negara yang akan memimpin WHO.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (25/9/2026), kandidat dari lima negara telah mengajukan diri untuk menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus dari Ethiopia sebagai Direktur Jenderal WHO

Mereka adalah Hanan Mohammed Al-Kuwari (Qatar), Hanan Balkhy (Arab Saudi), Hans Kluge (Belgia), Maria Neira (Spanyol), dan Budi Gunadi Sadikin (Indonesia).

Baca Juga: WHO Serukan Pendanaan Lebih Banyak untuk untuk Merespons Wabah Ebola di Kongo

Al-Kuwari adalah mantan Menteri Kesehatan Qatar. Lalu Balkhy adalah dokter yang memimpin kantor WHO untuk wilayah Mediterania Timur.

Kemudian, Kluge adalah dokter dan direktur regional WHO untuk Eropa. Neira adalah dokter, ahli epidemiologi dan mantan direktur WHO.

Sedangkan Budi Gunadi Sadikin adalah Menteri Kesehatan Indonesia

Forum kandidat akan diselenggarakan pada bulan November dan Dewan Eksekutif WHO akan menyeleksi hingga tiga kandidat pada bulan Januari 2027

Tedros telah memimpin badan kesehatan global tersebut sejak tahun 2017, melewati masa pandemi COVID-19 serta epidemi lainnya seperti Ebola dan wabah mpox

Selama masa jabatannya, Amerika Serikat (AS) yang saat itu merupakan penyumbang dana terbesar, memutuskan untuk keluar dari organisasi tersebut pada tahun 2025.

Presiden AS Donald Trump menuduh WHO salah dalam menangani COVID, sebuah tuduhan yang dibantah oleh WHO.

Baca Juga: WHO: Kasus Suspek Ebola Turun Jadi 116 Setelah Ratusan Kasus Lain Dikesampingkan


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×