kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Peneliti Brasil sebut efektivitas vaksin Sinovac lebih rendah dari data awal


Rabu, 13 Januari 2021 / 11:24 WIB
ILUSTRASI. Sebuah kontainer pendingin berisi vaksin penyakit virus corona (COVID-19) Sinovac dari China tiba di Bandara Internasional Sao Paulo di Guarulhos, Brazil, Rabu (30/12/2020).


Sumber: South China Morning Post | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - SAO PAULO. Lembaga penelitian Brasil baru-baru ini mengungkap bahwa tingkat kemanjuran vaksin Covid-19 buatan Sinovac secara berangsur-angsur mulai menurun dari data awal yang dirilis oleh perusahaan pembuatnya.

Butantan Institute yang berbasis di Sao Paulo yang menjalankan uji klinis tahap akhir untuk vaksin CoronaVac produksi Sinovac, mengungkapkan data baru tersebut pada hari Selasa (12/1) kemarin.

Dilansir dari South China Morning Post, data uji coba terbaru dari Butantan mencatat efektivitas vaksin Sinovac hanya ada di angka 50,4%. 

Ricardo Palácios, direktur medis penelitian klinis di Butantan, mengatakan bahwa tingkat kemanjuran yang lebih rendah ini disebabkan oleh munculnya pasien yang terinfeksi varian virus corona baru tetapi hany menunjukkan gejala ringan.

Pekan lalu, pemerintah Sao Paulo mengatakan bahwa CoronaVac memiliki tingkat kemanjuran di angka 78% untuk mencegah kasus Covid-19 dengan gejala ringan dan 100% efektif untuk melawan infeksi yang parah atau sedang.

"Semakin intens penyakitnya (gejalanya), semakin efektif pula vaksinnya. Ini akan menghindari tekanan pada rumah sakit karen pasien dengan gejala ringan bisa tinggal di rumah," ungkap Palacios dalam konferensi persnya hari Selasa.

Baca Juga: WHO: Meski ada vaksin, herd immunity Covid-19 tidak mungkin terjadi tahun 2021

Dikutip dari South China Morning Post, para ahli mengkritik data yang sebelumnya dibagikan oleh Butantan Institute, terutama klaim bahwa vaksin tersebut memiliki tingkat kemanjuran 78%.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro secara terbuka bahkan mendiskreditkan CoronaVac, menyebutnya sebagai "kematian dan kecacatan". Sang presiden bahkan mengatakan dia tidak akan memasukkannya ke dalam program imunisasi nasional.

Berbeda dengan sang presiden, gubernur Sao Paulo, Joao Doria, justru secara aktif mendorong penggunaan vaksin asal China tersebut secara nasional. 

Perdebatan antara kubu Bolsonaro dan Doria terus berkembang sejak Oktober lalu. Puncaknya adalah saat Bolsonaro memveto kesepakatan antara kementerian kesehatan dan pemerintah Sao Paulo untuk pembelian 46 juta dosis vaksin Sinovac.

Selanjutnya: Bio Farma sebut ruang pendingin cukup untuk simpan vaksin corona Sinovac




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×