kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pengusaha kecil China gagal bayar


Kamis, 07 Agustus 2014 / 12:21 WIB
ILUSTRASI. Putih telur kaya akan manfaat.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

SHANGHAi. Ada alasan tersendiri mengapa pemerintah China memprioritaskan stimulus bagi bank-bank yang menyalurkan kredit ke usaha kecil dan menengah (UKM). Perusahaan-perusahaan mini ini memiliki risiko tinggi karena memiliki utang yang besar.

Pasalnya, perusahaan kecil yang mengontribusi 70% ekonomi China mendominasi pasar private bond. Ini adalah surat utang yang dijual ke pembeli tertentu, semacam medium term notes. Biasanya, private bond ini memiliki imbal hasil tinggi.

Celakanya, banyak dari UKM China yang menerbitkan private bond sejak dibolehkan di tahun 2012. Alhasil, beban utang dan bunga perusahaan UKM meningkat ke level tertinggi di tengah ekonomi yang melambat.

Dari catatan pemerintah, UKM China akan menghadapi utang private bond jatuh tempo 6,2 miliar yuan pada kuartal keempat. Ini merupakan jatuh tempo tertinggi sejak otoritas mengizinkan UKM menerbitkan private bond pada tahun 2012.

China Merchants Securities Co yang merupakan penjamin private bond yang dijual oleh Xuzhou Zhongsen Tonghao New Board mengatakan, pihaknya harus maju setelah produsen bahan baku bangunan ini gagal bayar kupon pada Maret lalu. Tiga penerbit private bond lain juga menghadapi krisis pembayaran.

Sun Binbin, analis obligasi China Merchants mengatakan, ada perbaikan hanya di beberapa sektor ekonomi. "Risiko yang terjadi di pasar surat utang terbatas ini kemungkinan hanya merupakan awal sebuah badai," kata Sun kepada Bloomberg.

Lembaga kliring obligasi bulan lalu menghentikan valuasi private bond eksportir suku cadang kendaraan. Produsen poliester yang memiliki surat utang serupa mengajukan kebangkrutan yang diterima Maret lalu.

China memulai pasar private bond Juni 2012 agar perusahaan kecil bisa mencari dana di luar shadow bank. UKM ini menjual surat utang langsung ke investor institusi, tidak melalui penawaran umum seperti obligasi.

Menurut hitungan Bloomberg, jumlah perusahaan China yang memiliki utang lebih dari dua kali lipat ekuitasnya melonjak tajam sejak krisis finansial global. Perusahaan non finansial tercatat di bursa yang memiliki rasio utang terhadap modal lebih dari 200% naik 68% sejak 2007.

Caixin Online melaporkan, produsen polimerik Tianjin Tianlian Binhai Composite Materials Co tak bisa membayar pokok dan bunga private bond akhir Juli. Huzhou Jintai Science and Technology Co pun gagal bayar pokok dan bunga utang 10 Juli lalu. Sementara itu, Zhejiang Walters Polymer Technology Co mengajukan kebangkrutan.

Bank sentral China mengumumkan pemangkasan rasio pencadangan bagi bank-bank yang menyalurkan kredit ke sektor UKM Juni lalu. Ini merupakan salah satu upaya China untuk melonggarkan pengetatan di sektor UKM.

Li Ning, analis obligasi Haitong Securities Co mengatakan, akan ada lebih banyak private bond yang gagal bayar di kuartal keempat. "Pemerintah memiliki toleransi yang tinggi atas gagal bayar di private bond karena investor institusional yang membeli pun menoleransi risiko lebih tinggi," kata Li.




TERBARU

[X]
×