kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

Per September, Produksi Tembaga Glencore Melesat 3% Jadi 598.600 Metrik Ton


Kamis, 29 Oktober 2026 / 16:01 WIB
Per September, Produksi Tembaga Glencore Melesat 3% Jadi 598.600 Metrik Ton
ILUSTRASI. Produksi tembaga yang bersumber dari operasi perusahaan sendiri selama periode Januari hingga September naik menjadi 598.600 metrik ton (REUTERS/Michael Buholzer)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - LONDON. Perusahaan tambang Glencore melaporkan peningkatan produksi tembaga 3% di sembilan bulan pertama tahun ini, Kamis (29/10/2026). Penyebabnya, kadar bijih di beberapa lokasi operasionalnya ternyata lebih tinggi dari proyeksi awal.

Reuters melaporkan, mengutip pengumuman Glencore, produksi tembaga yang bersumber dari operasi perusahaan sendiri selama periode Januari hingga September naik menjadi 598.600 metrik ton, dibandingkan dengan 583.500 metrik ton pada periode yang sama tahun lalu.

Kendati begitu, total produksi tahun ini diperkirakan akan berada di batas bawah dari kisaran target yang ditetapkan. Glencore menegaskan, target produksi tembaga untuk 2026 tetap sebesar 810.000 hingga 870.000 ton.

Glencore berupaya melipatgandakan produksi tembaga menjadi 1,6 juta ton pada 2035. Ini dilakukan untuk memenuhi proyeksi permintaan jangka panjang yang kuat dari sektor elektrifikasi, perluasan jaringan listrik, serta infrastruktur akal imitasi (AI).

Baca Juga: Truth Social Jual Akses Cepat Unggahan Trump hingga US$ 100.000 per Bulan

Glencore juga menyebut, produksi kobalt dari operasi sendiri turun lebih dari separuhnya menjadi 13.700 ton selama sembilan bulan pertama, akibat kuota ekspor di Republik Demokratik Kongo yang terus membatasi pengiriman.

Republik Demokratik Kongo sempat menangguhkan ekspor kobalt pada 2025 untuk menopang Harga, lantaran Harga logam baterai tersebut jatuh ke level terendah dalam sembilan tahun terakhir. Kebijakan tersebut kemudian diganti dengan sistem kuota ekspor.

Glencore merupakan salah satu produsen dan eksportir batubara termal terbesar di dunia. Perkiraan volume produksi tahun ini berada di batas atas dari kisaran target 96 juta hingga 101 juta ton.

Hingga saat ini, perusahaan asal Swiss ini telah memproduksi 73,9 juta ton batubara termal, naik dibandingkan dengan 73,5 juta ton pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Harga Emas Spot Anjlok 1%, Pasar Menanti Data Inflasi AS

Produksi batubara metalurgi pada 2026 diperkirakan mencapai kisaran 30 juta hingga 32 juta ton. Sejauh tahun ini, Glencore telah memproduksi 21,5 juta ton, turun 13% dibandingkan tahun sebelumnya.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×