Permintaan Tiket Perjalanan Meningkat, Kinerja Saham Maskapai Asia Naik Kencang

Kamis, 08 September 2022 | 16:14 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Permintaan Tiket Perjalanan Meningkat, Kinerja Saham Maskapai Asia Naik Kencang

ILUSTRASI. Permintaan Perjalanan Meningkat, Kinerja Saham-saham Maskapai Asia Naik Kencang


KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Performa saham maskapai di Asia tahun ini tercatat mengalami kenaikan seiring dengan mulai dibukanya perjalanan di semua wilayah, kecuali China yang masih menerapkan kebijakan lockdown.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Bloomberg, maskapai Asia satu-satunya dari jajaran maskapai global yang sudah mengalami kenaikan. Saham Cathay Pasific Airways Ltd telah melonjak 31% tahun ini. 

Kinerja Chatay yang sudah lama dikepung aturan Covid-19 di Hong Kong semakin mengalami peningkatan setelah persyaratan karantina hotel dilonggarkan di sana. 

Baca Juga: Wisawatan Global Khawatir Tiket Pesawat Libur Akhir Tahun akan Lebih Tinggi dari 2019

Saham Thaiwan Eva Airways Corp, Japan Airlines Co, ANA Holdings Inc, masing-masing naik lebih dari 10% tahun ini. Saham Singapura Airlines Ltd dan Australia Qantas Airways Ltd juga mengalami kenaikan. 

Sementara saham 29 anggota Bloomberg World Airlines Index turun 15%, dimana maskapai penerbangan berbiaya rendah EasyJet Plc anjlok paling dalam, turun sebesar 34%. 

"Asia baru saja memasuki tahap awal dari periode perjalanan balas dendam.  Sebuah tren yang sebagian besar dimainkan di AS dan Eropa," kata analis Bloomberg Intelligence Team Bacchus 

Saham maskapai penerbangan di Asia telah meningkat meskipun China mempertahankan protokol Covid yang ketat menjelang kongres utama Partai Komunis bulan depan. Chengdu, ibu kota provinsi Sichuan, memiliki beberapa ratus infeksi.

Pembukaan kembali perjalanan ke tempat lain di Asia bukan satu-satunya faktor pendorong maskapai penerbangan di kawasan itu. Dunia Barat juga memiliki lebih banyak kekhawatiran atas inflasi dan resesi, kata Bacchus.

Direktur Jenderal Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) Willie Walsh, menggambarkan kondisi ini sebagai pemulihan yang solid, dibantu oleh permintaan di belahan bumi utara selama musim panas dan peningkatan aktivitas domestik di China.

Namun, Walsh memperingatkan bahwa harga bahan bakar jet yang tinggi akan terus menekan basis biaya maskapai untuk sisa tahun ini, yang ia gambarkan sebagai tantangan bagi operator.

Baca Juga: Taiwan Tembak Drone China Setelah Presiden Tsai Titahkan Melakukan Serangan Balasan

"Saya mengetahui beberapa maskapai penerbangan yang telah memulai lindung nilai dalam beberapa bulan terakhir, hanya untuk memberikan perlindungan terhadap volatilitas yang kita saksikan," katanya.

Secara global, lalu lintas penumpang pada bulan Juli berada di sekitar 75% dari tingkat pra-pandemi, dibantu oleh permintaan yang kuat untuk layanan domestik di mana lalu lintas telah pulih 86,9% dari tingkat yang terlihat pada Juli 2019, kata badan tersebut.

Lalu lintas internasional, bagaimanapun, telah pulih 67,9% dari tingkat pra-pandemi pada bulan Juli, tertinggal dari permintaan domestik.

Editor: Handoyo .

Terbaru