kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45883,06   -37,05   -4.03%
  • EMAS942.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.31%
  • RD.CAMPURAN 0.18%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.05%

Perusahaan China kembali membeli kedelai dari AS meski sudah dilarang


Selasa, 02 Juni 2020 / 10:47 WIB
Perusahaan China kembali membeli kedelai dari AS meski sudah dilarang
ILUSTRASI. Bendera China dan AS berkibar di dekat Bund, sebelum delegasi perdagangan AS bertemu dengan rekan-rekan China mereka untuk mengadakan pembicaraan di Shanghai, Cina 30 Juli 2019.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  CHICAGO/BEIJING. Sejumlah perusahaan pelat merah China membeli setidaknya tiga kargo kedelai dari Amerika Serikat pada hari Senin (1/6).

Pembelian tersebut dilakukan ketika sejumlah sumber di China mengatakan pemerintah telah memerintahkan mereka menghentikan pembelian kedelai dari AS setelah Washington mengatakan akan menghilangkan perlakuan khusus untuk Hong Kong untuk menghukum Beijing.

Baca Juga: Balas Trump, China setop pembelian kedelai dan babi dari AS

Mengutip Reuters, Selasa (2/6), perusahaan China membeli sedikitnya 180.000 ton biji minyak, untuk pengiriman Oktober atau November, puncak musim ekspor kedelai AS ketika kedelai Amerika biasanya yang termurah di dunia, kata tiga pedagang AS dengan pengetahuan tentang kesepakatan itu.

Tidak jelas mengapa pembelian berlanjut setelah pesan Beijing ke perusahaan-perusahaan milik negara, tetapi pedagang AS mengatakan importir Tiongkok masih belum memenuhi sebagian besar kebutuhan kedelai Oktober dan November.

"Ini suram, benar-benar sulit dikatakan," kata seorang pedagang ekspor A.S. "Mungkin mereka ingin menjatuhkan harga beberapa sen, atau mungkin ada beberapa agenda lain. Benar-benar membutuhkan kacang,” tambahnya.

Baca Juga: Kecewa berat! Trump tak mau bicara dengan Xi dan bisa putuskan hubungan China

Sebelumnya, dua sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa China telah mengatakan kepada perusahaan-perusahaan milik negara untuk menghentikan pembelian kedelai dan daging babi AS skala besar, dan salah satu sumber mengatakan pembelian jagung dan kapas AS oleh negara juga ditunda.




TERBARU

[X]
×