Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Dessy Rosalina
ZURICH. Pesawat terbang tanpa pilot manusia alias autopilot diperkirakan menjadi moda transportasi masa depan. Transportasi canggih ini juga dinilai menguntungkan secara ekonomi.Menurut penelitian bank asal Swiss, UBS, industri penerbangan bisa berhemat hingga miliaran dollar AS dari teknologi pesawat tanpa pilot tersebut.
"Mengurangi intervensi pilot manusia di pesawat terbang bisa membawa manfaat ekonomi secara material dan lebih aman," tulis analis UBS dalam sebuah riset yang diterbitkan, Senin (7/8).
Hitungan UBS, dari sisi manfaat ekonomi secara material bisa menguntungkan hingga lebih dari US$ 35 miliar per tahun. UBS menyebutkan, manfaat tersebut memang akan lebih terasa bagi industri kedirgantaraan dan penerbangan.
UBS menyebutkan sejumlah elemen untuk menghitung penghematan. Termasuk bagaimana maskapai penerbangan mendapatkan keuntungan dari biaya operasional dan pelatihan yang lebih rendah. Serta efisiensi biaya bahan bakar dan biaya asuransi.
Bank Swiss ini menyebutkan, penghematan biaya untuk perusahaan penerbangan komersial saja kemungkinan bisa mencapai US$ 26 miliar. "Kami yakin peluang tersebut tergantung waktu peluncuran pesawat tanpa pilot dan kami pikir tahap awal percontohan teknologi ini untuk angkutan kargo," jelas UBS. Sementara jumlah pilot bisa dikurangi bertahap yakni dari dua pilot menjadi satu pilot dan pada akhirnya tanpa pilot.
Saat ini, pesawat komersial menggunakan komputer dan teknologi on board untuk membantu sejumlah fungsi termasuk sistem autopilot. Pada Juni 2-17 lalu, seperti dilansir Reuters, Boeing menyatakan ada berpeluang untuk menerapkan konsep teknologi pesawat tanpa pilot. Pekan lalu, Boeing mengumumkan akan membentuk grup avionik menciptakan kontrol pesawat terbang dan peralatan elektronik.
UBS belum bisa menghitung tarif penerbangan komersial dengan teknologi tanpa pilot. Namun masih ada masalah yang mungkin dihadapi industri sebelum ide ini diimplementasikan.
Dari 8.000 orang yang ikut survei UBS, sebanyak 54% enggan ikut dalam penerbangan tanpa pilot dan hanya 17% menyambut baik kemungkinan ini. Partisipan yang bersedia ikut dalam pesawat tanpa pilot berusia 18-34 tahun.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)