kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Petinggi otomotif dunia protes efisiensi BBM


Selasa, 14 Februari 2017 / 06:07 WIB
Petinggi otomotif dunia protes efisiensi BBM

Reporter: Mona Tobing | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

WASHINGTON. Sejumlah bos otomotif mendesak presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meninjau kembali aturan efisiensi bahan bakar. CEO produsen otomotif mengeluhkan, aturan efisiensi bahan bakar bsia berdampak pada pemangkasan pekerja sektor otomotif.

Dalam surat yang dikirim akhir pekan lalu, 18 CEO produsen otomotif antara lain: General Motors, Ford Motor Co, Fiat Chrysler Mobil NV, Toyota Motor Corp, Volkswagen AG, Honda Motor, Hyundai Motor dan Nissan Motor, mereka mendesak Trump untuk meninjau keputusan yang diteken pemerintahan Barack Obama terkait standar efisiensi bahan bakar. Perusahaan otomotif menilai, aturan produksi kendaraan irit bahan bakar ini berisiko besar terhadap bisnis.

Jika aturan efisiensi itu tetap diberlakukan tahun 2025 nanti, pelaku industri otomotif tak bisa menghindari aksi pemutusan hubungan kerja ribuan pekerjanya. "Kami meminta Presiden Trump untuk meninjau ulang aturan itu pada pertengahan semester ini," beber para CEO otomotif seperti diberitakan Reuters (13/2)

Lebih lanjut, mereka menyarankan Trump fokus memperkuat ekonomi AS, terutama bidang otomotif. Apalagi, produsen otomotif telah sukarela menambah pabrik dan investasi di AS.

Aturan efisiensi bahan bakar kendaraan dinilai mengganggu hak konsumen dan tidak mengindahkan realitas pasar saat ini. Dampaknya adalah beban produksi meningkat sementara penjualan menurun.

Sekedar mengingatkan, pada tahun 2011 Obama mengumumkan kesepakatan dengan produsen mobil terkait peningkatan standar efisiensi bahan bakar menjadi 5,45 mil per galon. Pemerintah beralasan, efisiensi menyebabkan pengeluaran biaya bahan bakar pemiliki mobil bisa ditekan.

Menuai kritik

Langkah bos produsen otomotif tersebut justru menuai kritik. Roland Hwang, Direktur Energi dan Transportasi di Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam menilai, permintaan sejumlah bos otomotif merupakan langkah untuk melemahkan efisiensi bahan bakar. "Produsen mobil merasa terancam akan investasi yang telah dilakukannya. Mereka terpaksa harus mengeluarkan uang lebih banyak lagi untuk investasi," kata Hwang seperti dikutip Bloomberg.

Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam Lukas Tonachel menambahkan, penurunan standar berdampak pada ketergantungan pada minyak. Kondisi ini memberikan risiko lebih besar bagi AS.

Sebelumnya, Direktur Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) Scott Pruitt, yang telah ditunjuk Trump mengatakan, akan meninjau keputusan warisan pemerintahan Presiden Obama tersebut. Sampai saat ini, EPA menilai kendaraan jenis sport utility vehicle (SUV) dan truk, menjadi penyumbang besar polusi udara saat ini. EPA akan mengatur soal kelayakan dan atau bahkan mengubah syarat efisiensi.




TERBARU

[X]
×