kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS948.000 -0,52%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pipa gas Colonial kembali beroperasi, krisis bahan bakar AS mulai teratasi


Minggu, 16 Mei 2021 / 08:16 WIB
Pipa gas Colonial kembali beroperasi, krisis bahan bakar AS mulai teratasi
ILUSTRASI. Krisis bahan bakar yang terjadi di sepanjang Pantai Timur AS mulai teratasi setelah pipa bahan bakar Colonial mulai beroperasi normal.

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  GEORGIA. Krisis bahan bakar yang terjadi di sepanjang Pantai Timur AS akhirnya mulai teratasi setelah pipa bahan bakar Colonial mulai beroperasi dengan normal. Colonial akan mengirimkan kembali jutaan galon per jam serta mengerahkan kapal hingga truk untuk mengisi tangki penyimpanan yang mulai kering.

Seperti diketahui, perusahaan minyak ini sempat menghentikan kegiatan operasionalnya setelah diretas oleh kelompok peretas yang diduga DarkSide pada akhir pekan lalu. Kejadian tersebut menyebabkan krisis bahan bakar hingga pembelian panik oleh masyarakat.

"Kami telah mengembalikan sistem ke operasi normal, mengirimkan jutaan galon per jam ke pasar yang kami layani," ujar pernyataan resmi perusahaan dikutip dari Reuters, Minggu (16/5).

Baca Juga: Wall Street kompak menguat, didukung optimisme rebound ekonomi

Hingga hari sabtu, masih ada lebih dari 13.400 pompa bensin mengalami pemadaman, namun jumlahnya erkurang dari 16.200 pompa bensin di hari Jumat. Selain itu, sekitar 80% pompa bensin di Washington DC juga masih tanpa bahan bakar, walaupun membaik 88% tanpa bahan bakar di Jumat malam.

“Permintaan bensin AS, sementara itu, turun 12,6% dari minggu sebelumnya, penurunan yang kemungkinan besar karena meredanya pembelian panik "gila" tepat setelah pipa ditutup,” kata  Kepala Analisis Perminyakan di GasBuddy, Patrick De Haan.

Pemadaman pipa juga mempercepat kenaikan harga bensin yang sudah naik karena harga minyak mentah yang lebih tinggi. Tempat-tempat yang dilayani oleh pipa mengalami lonjakan harga terbesar minggu ini dengan Georgia dan Carolina naik 20 sen per galon, tetapi harga diperkirakan akan turun lagi karena pasokan sudah mulai meningkat.

Hingga saat ini, Colonial belum mengungkapkan berapa banyak uang yang dicari peretas atau apakah itu dibayarkan. Bloomberg News dan New York Times melaporkan bahwa mereka membayar hampir US$ 5 juta kepada peretas.

 

Selanjutnya: UPDATE: Harga minyak melonjak lebih dari 1% di tengah kasus Covid-19 India

 




TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×