kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

PM Spanyol Pedro Sanchez Akan Umumkan Keputusan Penting di Tengah Spekulasi Pemilu


Senin, 05 Oktober 2026 / 13:43 WIB
PM Spanyol Pedro Sanchez Akan Umumkan Keputusan Penting di Tengah Spekulasi Pemilu
ILUSTRASI. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dijadwalkan menyampaikan deklarasi institusional pada Senin (5/10/2026) (Dok/DW.com)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - MADRID. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dijadwalkan menyampaikan deklarasi institusional pada Senin (5/10/2026) pukul 09.00 waktu setempat atau 07.00 GMT. Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa Sanchez akan mengumumkan pemilihan umum (pemilu) lebih awal dari jadwal yang seharusnya berlangsung pada 2027.

Kantor perdana menteri menyampaikan jadwal deklarasi tersebut di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Sanchez akan mempercepat pemilu nasional. Namun, hingga sebelum pernyataan resmi disampaikan, pemerintah Spanyol belum mengonfirmasi isi pengumuman tersebut.

Spekulasi mengenai pemilu dini menguat setelah parlemen Spanyol pada Jumat (2/10/2026) menolak upaya pemerintah untuk mengatasi krisis perumahan yang semakin memburuk.

Penolakan tersebut menjadi pukulan politik bagi pemerintahan Sanchez yang menghadapi tekanan dari berbagai pihak di tengah gelombang demonstrasi terkait mahalnya biaya perumahan dan persoalan penggusuran.

Baca Juga: Kota Asal Zelensky di Ukraina Terancam Kolaps, Industri Baja Lumpuh Dihantam Rusia

Sebelumnya, pemerintah Sanchez mengajukan sejumlah langkah darurat untuk memberikan perlindungan lebih besar kepada penyewa dan menangani kondisi pasar perumahan. Namun, rancangan tersebut gagal memperoleh dukungan mayoritas di parlemen.

Situasi politik semakin mendapat perhatian setelah puluhan ribu warga turun ke jalan di berbagai kota di Spanyol pada Sabtu (3/10/2026). Di Madrid, sekitar 70.000 orang dilaporkan mengikuti aksi yang menuntut pemerintah mengambil langkah lebih cepat untuk mengatasi krisis perumahan.

Analis sebut pemilu dini sebagai opsi

Analis politik Eduardo Bayon menilai kondisi saat ini dapat menjadi momentum bagi Sanchez untuk mempercepat pemilu, meskipun langkah tersebut juga memiliki risiko politik.

"Logis untuk menggelar pemilu sekarang. Tidak akan ada situasi yang lebih menguntungkan. Ini berisiko dan dia bisa kehilangan pemerintahan, tetapi bagaimanapun saya tidak berpikir dia akan mendapatkan momentum yang lebih baik," kata Bayon.

Komentar tersebut muncul ketika tekanan terhadap pemerintahan Sanchez meningkat setelah kegagalan memperoleh dukungan parlemen untuk kebijakan perumahan.

Baca Juga: Rusia Gempur Infrastruktur Industri dan Pelabuhan di Odesa, Ukraina

Pemerintahan Sanchez saat ini merupakan pemerintahan minoritas sehingga membutuhkan dukungan dari sejumlah partai lain di parlemen untuk meloloskan kebijakan. Reuters melaporkan koalisi minoritas Sanchez menguasai 147 dari 350 kursi parlemen.

Sanchez sebelumnya targetkan pemilu 2027

Meski spekulasi mengenai pemilu dini semakin kuat, Sanchez berulang kali menyatakan bahwa pemilu berikutnya akan digelar pada 2027 sesuai jadwal dan dirinya akan menyelesaikan masa jabatan konstitusional selama empat tahun.

Karena itu, deklarasi institusional yang dijadwalkan pada Senin menjadi perhatian karena dapat memberikan kejelasan mengenai arah politik pemerintah Spanyol.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×