kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Prabowo: Indonesia Bersedia Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza


Sabtu, 01 Juni 2024 / 15:35 WIB
Menteri Pertahanan sekaligus Presiden Terpilih Prabowo Subianto saat IISS Shangri-La Dialogue di Singapura.


Sumber: Channelnewsasia.com,Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Presiden terpilih Prabowo Subianto, mengatakan pada hari Sabtu (1/6) bahwa Indonesia bersedia mengirimkan pasukan penjaga perdamaian untuk menegakkan gencatan senjata di Gaza jika diperlukan.

Berbicara di Shangri-La Dialogue di Singapura, dalam konferensi keamanan utama di Asia, Prabowo mengatakan bahwa proposal tiga tahap yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk gencatan senjata di Gaza merupakan sebuah langkah ke arah yang benar.

"Jika diperlukan dan jika diminta oleh PBB, kami siap untuk menyumbangkan pasukan penjaga perdamaian yang signifikan untuk menjaga dan memantau gencatan senjata yang prospektif ini serta memberikan perlindungan dan keamanan kepada semua pihak," kata Prabowo.

Baca Juga: Menteri Pertahanan AS Mengalihkan Fokus ke Risiko Konflik ke Tiongkok, China Marah

Ia mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah menginstruksikannya untuk mengumumkan bahwa Indonesia juga siap untuk mengevakuasi, menerima, dan merawat hingga 1.000 pasien dari Gaza.

Rumah Sakit Indonesia di Gaza, yang dikelola oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) Indonesia, ditutup pada bulan November di tengah-tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas.

Prabowo mengatakan bahwa diperlukan investigasi yang komprehensif terhadap bencana kemanusiaan di daerah Rafah, Gaza, dan juga solusi yang adil terhadap konflik tersebut.

"Dan itu berarti hak-hak tidak hanya Israel untuk eksis, tetapi juga hak-hak rakyat Palestina untuk memiliki tanah air mereka sendiri, negara mereka sendiri, hidup dalam damai," tambahnya.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×