kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.955   -57,00   -0,32%
  • IDX 6.186   77,77   1,27%
  • KOMPAS100 816   14,30   1,79%
  • LQ45 623   14,88   2,44%
  • ISSI 212   0,62   0,29%
  • IDX30 353   9,24   2,69%
  • IDXHIDIV20 440   11,31   2,64%
  • IDX80 93   1,74   1,91%
  • IDXV30 118   0,94   0,81%
  • IDXQ30 114   3,18   2,88%

Presiden Prancis: Dunia butuh vaksin China dan Rusia agar menang lawan Covid-19!


Jumat, 19 Februari 2021 / 06:46 WIB
ILUSTRASI. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa dunia memerlukan vaksin China dan Rusia untuk memenangkan perang melawan COVID-19. Ludovic Marin/Pool via REUTERS


Sumber: Xinhua | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - PARIS. Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Minggu (14/2/2021) mengatakan bahwa dunia memerlukan vaksin China dan Rusia untuk memenangkan "perang" melawan COVID-19.

"Kita harus bekerja sama dengan China dan Rusia sehingga vaksin yang dikembangkan oleh para ilmuwan mereka terintegrasi dalam upaya multilateral yang besar ini - segera setelah mereka memulai sertifikasi yang diperlukan oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia)," katanya dalam sebuah wawancara dengan media mingguan Prancis, Le Journal du Dimanche.

"Kita sekarang terlibat dalam perang melawan varian baru, yang benar-benar berpacu dengan waktu," kata Macron. 

Itu sebabnya, dia mendesak upaya global yang cepat, efektif dan bersatu dalam memerangi pandemi.

Baca Juga: WHO: Infeksi Covid-19 menurun di seluruh dunia, jangan lengah!

Melansir Xinhua, Presiden Prancis juga menyerukan upaya internasional untuk memastikan akses yang sama terhadap vaksin melawan Covid-19, terutama di Afrika.

"Negara-negara Afrika dengan tepat menantang kami tentang akses mereka ke vaksin," katanya.

Dia mencatat, tanpa upaya lebih lanjut untuk mencapai tujuan itu, dunia tidak hanya akan berisiko terhadap kesehatan tetapi juga etika.

Baca Juga: Varian Covid-19 di Afrika Selatan bisa menurunkan kemampuan vaksin Pfizer

Xinhua melaporkan, pada awal bulan ini, Macron menyatakan keterbukaan negaranya terhadap vaksin yang disetujui oleh European Medicines Agency, yang selama ini hanya memberikan lampu hijau untuk vaksin Pfizer / BioNTech, Moderna dan AstraZeneca.

Minimnya vaksin yang disetujui di Eropa telah menuai kritik publik dan mendorong tuntutan untuk mencari solusi alternatif terkait hal ini.

Selanjutnya: Studi baru: Kemungkinan orang yang sudah dapat vaksin tertular virus 1 banding 1000




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×