Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Aktivitas industri dan konsumsi China menunjukkan perbaikan pada September 2026. Produksi industri tumbuh lebih cepat dibandingkan bulan sebelumnya, sementara penjualan ritel meningkat dan melampaui ekspektasi pasar. Namun, investasi aset tetap masih mengalami kontraksi.
Mengutip Reuters, Senin (19/10/2026), data Biro Statistik Nasional China menunjukkan produksi industri tumbuh 5,5% secara tahunan pada September.
Pertumbuhan ini meningkat dari 5,2% pada Agustus dan sesuai dengan perkiraan 26 ekonom yang disurvei Reuters.
Baca Juga: Bursa Korea Selatan Melemah Senin (19/10), Khawatir Keberlanjutan Investasi AI
Di sisi konsumsi, penjualan ritel China tumbuh 1,1% secara tahunan pada September. Angka ini membaik dibandingkan kenaikan 0,4% pada Agustus dan melampaui proyeksi pasar sebesar 0,6%.
Perbaikan penjualan ritel mengindikasikan adanya penguatan belanja konsumen. Meski demikian, laju pertumbuhan tersebut masih perlu dicermati untuk menilai seberapa kuat permintaan domestik menopang pemulihan ekonomi China.
Sementara itu, investasi aset tetap masih menunjukkan tekanan. Sepanjang Januari hingga September 2026, investasi aset tetap China turun 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Ekonomi China Tumbuh 4,5% pada Kuartal III-2026, Lampaui Ekspektasi
Kontraksi tersebut sama dengan penurunan yang tercatat pada periode Januari–Agustus 2026. Hasil ini sedikit lebih baik daripada perkiraan ekonom yang memproyeksikan penurunan sebesar 7,3%.
Data tersebut memperlihatkan pemulihan ekonomi China yang belum merata. Penguatan produksi industri dan penjualan ritel belum diikuti perbaikan investasi aset tetap, yang masih menjadi salah satu indikator penting untuk menilai prospek pertumbuhan ekonomi negara tersebut.














