kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Produsen Blackberry didenda US$ 147,2 juta


Minggu, 15 Juli 2012 / 12:07 WIB
Produsen Blackberry didenda US$ 147,2 juta
ILUSTRASI. Petugas Customer Service melayani nasabah di Kantor Cabang BNI Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (31/12/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.


Reporter: Edy Can, Bloomberg, AP | Editor: Edy Can

SAN FRANCISCO. Nasib Research in Motion Ltd. benar-benar apes. Setelah kalah bersaing dengan Apple Inc. dan Google Inc., produsen Blackberry ini harus membayar denda sebesar US$ 147,2 juta karena terbukti bersalah melanggar hak paten Mformation Technologies Inc.

Pengacara Mformation, Amar Thakur mengatakan, putusan pengadilan San Fransisco itu dibacakan Jumat (13/7) lalu. Menurutnya, putusan dibacakan oleh para juri setelah persidangan selama tiga pekan.

Mformation telah menggugat RIM pada Oktober 2008 silam. Perusahaan piranti lunak ini menuding RIM telah melanggar hak paten mereka yang ditemukan pada 1999 lalu. Software yang dianggap melanggar hak paten

Mformation itu adalah Blackberry Enterprise Server. Piranti lunak ini memungkinkan perusahaan mengatur pekerjanya dari jauh. Namun, RIM menolak tudingan tersebut.

Dalam putusan itu, hakim memerintahkan RIM membayar royalti sebesar US$ 8 untuk 18,4 juta Blackberry yang terkoneksi dengan Blackberry Enterprise Server.

Putusan ini akan semakin memberatkan kinerja RIM. Juni lalu, RIM telah melaporkan, penjualannya tumbang 43% menjadi US$ 2,8 miliar. Perusahaan yang berbasis di Kanada juga akan memangkas 5.000 karyawannya. Harga sahamnya juga menukik 95% dibandingkan harga tertinggi pada 2008 silam.




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×