kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.196   -4,00   -0,02%
  • IDX 5.615   273,18   5,11%
  • KOMPAS100 742   43,56   6,24%
  • LQ45 560   32,47   6,16%
  • ISSI 193   8,85   4,79%
  • IDX30 317   18,76   6,29%
  • IDXHIDIV20 393   23,01   6,21%
  • IDX80 84   4,84   6,10%
  • IDXV30 107   4,96   4,84%
  • IDXQ30 102   6,42   6,69%

Prosesi terakhir untuk Lee Kuan Yew


Minggu, 29 Maret 2015 / 09:03 WIB
ILUSTRASI. Neraca perdagangan September diprediksi akan kembali mencetak surplus. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: BBC | Editor: Sanny Cicilia

SINGAPURA. Prosesi kremasi atau perabuan bapak pendiri Singapura Lee Kuan Yew akan dimulai pada pukul 12.30 waktu setempat, Minggu (28/3). Proses dimulai dengan pengantaran peti jenazah Lee dari pusat kota ke National University of Singapore melewati sepanjang jalan Singapura.

Upacara penghormatan terakhir akan dilakukan pada pukul 14.00 waktu setempat. Acara ini dihadiri berbagai pejabat negara dunia.

Mereka yang hadir antara lain Presiden Indonesia Joko Widodo, Perdana Menteri India Narendra Modi, dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Hadir juga mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, Perdama Menteri Australia Tony Abbott, serta Ketua Parlemen Inggris William Hague. 

Seluruh pertokoan atau pusat komersil diharapkan tutup hari ini untuk menghormati prosesi terakhir Lee. Negara kota ini juga akan menggelar semenit mengheningkan cipta untuk mengenang Lee.  

Seluruh prosesi ini dilakukan sebelum nantinya jenazah Lee dikremasi dalam upacara tertutup untuk keluarga.

Lee meninggal dunia pada Senin lalu (23/3) di usia 91. Sepekan terakhir, lebih dari 415.000 orang atau sekitar 12% warga Singapura mendatangi gedung Palemen tempat jenazah Lee disemayamkan. 

Lee merupakan Perdana Menteri Singapura selama 31 tahun sebelum turun pada tahun 1990. Dia terlibat dalam kemerdekaan Singapura dari Inggris dan pemisahan dari Malaysia, dan menjadi arsitek kota ini. Tercatat, kekayaan per kapita Singapura tumbuh 15 kali lipat sejak tahun 1960 hingga 1980.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×