Sumber: BBC | Editor: Rizki Caturini
SYDNEY. Maskapai penerbangan Australia, Qantas membukukan laba bersih tahunan yang berakhir pada 30 Juni 2016 sebesar A$ 1,42 miliar atau sekitar US$ 1,1 miliar. Pada tahun buku sebelumnya, maskapai Australia ini hanya mencatat laba A$ 789 juta.
Pencapaian laba ini membuat perusahaan penerbangan ini bisa kembali membagikan dividen final kepada pemegang saham. Ini kali pertama Qantas membagikan dividen lagi sejak tahun 2009 sebesar 7 sen per saham.
Perusahaan telah menjalani restrukturisasi bisnis setelah mengalami kerugian di tahun buku 2014. Mereka memangkas karyawan, memangkas kapasitas terbang dan juga meraih keuntungan dari penurunan harga bahan bakar pesawat.
"Transformasi bisnis telah membuat bisnis kami membaik dan memberikan kami peluang untuk berinvestasi mengembangkan bisnis ke depannya," ujar CEO Qantas Alan Joyce.
Ini berita baik di tengah bisnis penerbangan tertekan perlambatan ekonomi global. Karena kondisi ekonomi perusahaan membaik, manajemen memutuskan untuk membagikan bonus kepada pegawainya masing-masing A$ 3.000.