kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Rusia Kirim 40.000 Ton Solar ke AS, Pengiriman Perdana Dimulai Kamis (22/10)


Rabu, 21 Oktober 2026 / 17:32 WIB
Rusia Kirim 40.000 Ton Solar ke AS, Pengiriman Perdana Dimulai Kamis (22/10)
ILUSTRASI. Rusia akan mengirim 40.000 ton solar ke AS pada Kamis, sebagai bagian dari kesepakatan pasokan energi Putin dan Trump. (DOK/sledanounas.ru)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia akan mengirimkan kapal tanker pertama yang mengangkut 40.000 ton solar ke Amerika Serikat (AS) pada Kamis (22/10/2026). Pengiriman ini menjadi tindak lanjut kesepakatan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden AS Donald Trump terkait pasokan bahan bakar diesel ke pasar global.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan, dokumen terkait pasokan bahan bakar tersebut hampir rampung. Pernyataan itu dilaporkan media Rusia, Vedomosti, pada Rabu (21/10/2026). Namun, Novak belum menyebutkan pelabuhan asal pengiriman kargo tersebut.

“Pengiriman tambahan tentu akan menyusul. Ada kesepakatan yang telah dicapai antara kedua pemimpin. Kami akan memenuhi kebutuhan Amerika Serikat sejauh kemampuan kami,” demikian pernyataan Novak yang dikutip kantor berita RIA.

Sebelumnya, Rusia mencabut larangan ekspor solar yang diberlakukan secara mandiri pada 9 Oktober 2026. Kebijakan pembatasan tersebut sebelumnya diterapkan untuk mengatasi kekurangan pasokan domestik akibat serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap sejumlah kilang minyak Rusia.

Baca Juga: Turki Siapkan Mandat Pengerahan Pasukan ke Arab Saudi dalam Pakta Pertahanan

Pencabutan larangan ekspor itu dilakukan setelah Rusia mencapai kesepakatan dengan Trump untuk memasok solar ke pasar global, termasuk Amerika Serikat.

Target Ekspor Solar Rusia ke AS Capai 1 Juta Ton

Trump sebelumnya menyatakan bahwa Rusia akan segera mengekspor 300.000 ton solar atau setara dengan 2,25 juta barel. Setelah pengiriman awal tersebut, pasokan dijadwalkan meningkat menjadi 500.000 ton pada November 2026 dan kemudian 1 juta ton dalam tahap berikutnya.

Sementara itu, Amerika Serikat mengekspor sekitar 1,5 juta barel solar per hari. Kesepakatan pasokan dengan Rusia menjadi perkembangan penting dalam perdagangan energi kedua negara di tengah dinamika hubungan geopolitik.

Meski demikian, realisasi pengiriman berikutnya masih akan bergantung pada pelaksanaan kesepakatan serta kemampuan Rusia memenuhi kebutuhan pasokan yang telah dijanjikan.

Putin Bahas Kesepakatan Solar dengan Utusan Trump

Kesepakatan ekspor solar tersebut juga menjadi salah satu isu dalam pertemuan Putin dengan utusan khusus AS, Steve Witkoff, di St Petersburg pada Rabu (21/10/2026).

Baca Juga: Paus Leo XIV Kembali Pimpin Audiensi di Vatikan Usai Operasi Kanker Paru-Paru

Dalam pertemuan tersebut, Witkoff menyampaikan terima kasih kepada Putin atas pencabutan pembatasan ekspor solar. Putin juga menyinggung kesepakatan tersebut dan mengatakan harga solar turun setelah kesepakatan tercapai.

Kesepakatan pasokan bahan bakar antara Rusia dan AS berlangsung ketika hubungan Washington dengan Ukraina mengalami kemerosotan tajam. Perkembangan ini menambah dimensi baru dalam hubungan energi dan diplomasi antara Rusia dan Amerika Serikat.

Pengiriman perdana sebanyak 40.000 ton solar pada Kamis akan menjadi langkah awal untuk melihat realisasi kesepakatan tersebut, terutama terkait jadwal pasokan lanjutan dan kemampuan Rusia memenuhi kebutuhan pasar AS.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×