kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Rusia Perpanjang Larangan Ekspor Solar hingga Akhir Oktober, Pasokan Global Tertekan


Rabu, 30 September 2026 / 15:17 WIB
Rusia Perpanjang Larangan Ekspor Solar hingga Akhir Oktober, Pasokan Global Tertekan
ILUSTRASI. Rusia memperpanjang larangan ekspor bahan bakar diesel bagi produsen dalam negeri hingga akhir Oktober 2026. (REUTERS/Todd Korol)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia memperpanjang larangan ekspor bahan bakar diesel bagi produsen dalam negeri hingga akhir Oktober 2026. Kebijakan tersebut dilakukan ketika pasar energi global masih menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik dan gangguan pasokan.

Pemerintah Rusia mengumumkan perpanjangan pembatasan tersebut pada Rabu (30/9/2026). Kebijakan ini berpotensi semakin mengetatkan pasokan diesel di pasar internasional, terutama ketika harga bahan bakar di sejumlah negara mengalami kenaikan tajam.

Kelangkaan bahan bakar dan lonjakan harga menjadi perhatian di berbagai pasar, termasuk Amerika Serikat. Harga diesel di tingkat konsumen AS dilaporkan telah menembus rekor lebih dari US$6,50 per galon.

Kondisi tersebut terjadi di tengah gangguan distribusi bahan bakar yang berkaitan dengan konflik di Iran dan Ukraina. Tekanan harga energi juga menjadi salah satu isu ekonomi yang mendapat perhatian menjelang pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat.

Baca Juga: BMW Targetkan Margin 3%-5% pada 2028, Pangkas Model dan Perkuat Produksi Lokal

Di Inggris, harga diesel di SPBU juga mencatat rekor tertinggi. Organisasi otomotif RAC pada Senin (28/9/2026) menyebut kenaikan harga tersebut berkaitan dengan dampak perang antara AS-Israel dan Iran terhadap pasar energi.

Rusia sebelumnya telah berulang kali memberlakukan pembatasan ekspor bensin dan diesel. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menahan kenaikan harga bahan bakar domestik sekaligus mengatasi potensi kekurangan pasokan setelah serangan drone Ukraina mengganggu sejumlah fasilitas kilang minyak Rusia.

Pada akhir Agustus 2026, Moskow memperpanjang larangan ekspor diesel hingga akhir September. Namun, Rusia tetap mengizinkan pengiriman bahan bakar ke sejumlah negara, termasuk beberapa negara bekas Uni Soviet dan Mongolia, berdasarkan perjanjian antarpemerintah.

Rusia selama ini merupakan salah satu pemasok utama diesel dunia. Sebelum menerapkan larangan ekspor terbaru, Rusia juga telah memangkas volume ekspor diesel pada musim panas.

Perpanjangan pembatasan ekspor tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap pasar diesel global. Berkurangnya pasokan dari salah satu eksportir utama dapat memengaruhi harga dan arus perdagangan bahan bakar, terutama jika gangguan pasokan dari wilayah lain masih berlangsung.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×