CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Rusia Sebut Jalan Menuju Perdamaian dengan Ukraina Masih Sangat Panjang


Sabtu, 09 Mei 2026 / 19:26 WIB
Diperbarui Sabtu, 09 Mei 2026 / 19:27 WIB
Rusia Sebut Jalan Menuju Perdamaian dengan Ukraina Masih Sangat Panjang
ILUSTRASI. AS mendesak perdamaian, namun Rusia melihat prosesnya masih panjang dan rumit. Konflik Ukraina masih menyimpan risiko besar. (via REUTERS/Gavriil Grigorov)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Rusia menyatakan bahwa Amerika Serikat tengah berupaya mempercepat tercapainya kesepakatan damai untuk mengakhiri perang di Ukraina. Namun, Kremlin menilai proses menuju perjanjian damai masih akan berlangsung panjang karena kompleksitas persoalan yang dihadapi kedua pihak.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan penyelesaian konflik Ukraina melibatkan banyak detail rumit sehingga tidak mudah mencapai titik temu dalam waktu singkat.

"Dapat dipahami bahwa pihak Amerika sedang terburu-buru," kata Peskov kepada reporter televisi pemerintah Rusia, Pavel Zarubin, pada Sabtu (9/5/2026).

"Namun, persoalan penyelesaian konflik Ukraina terlalu kompleks, dan untuk mencapai kesepakatan damai masih membutuhkan perjalanan yang sangat panjang dengan berbagai rincian yang rumit," lanjutnya.

Baca Juga: Parade Kemenangan Rusia Sepi Alutsista, Putin Tetap Janjikan Kemenangan

Sebelumnya, Rusia dan Ukraina pada Jumat (8/5/2026) mengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata selama tiga hari yang dimediasi Amerika Serikat. Gencatan senjata tersebut berlangsung mulai 9 Mei hingga 11 Mei 2026.

Presiden AS, Donald Trump, berharap masa penghentian sementara pertempuran itu dapat diperpanjang guna membuka peluang negosiasi damai yang lebih luas.

Perang Rusia-Ukraina sendiri telah berlangsung lebih dari empat tahun. Konflik tersebut menjadi salah satu perang terbesar di Eropa dalam beberapa dekade terakhir dan telah menimbulkan korban besar di kedua belah pihak serta mengguncang stabilitas geopolitik global.

Dalam beberapa kesempatan, Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk mengakhiri perang Ukraina. Ia bahkan menyebut konflik tersebut sebagai perang yang “bodoh” dan “gila” karena menyebabkan kerugian manusia yang sangat besar.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×