kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

Saham AI Menguat, Wall Street Naik Dipimpin Nasdaq 1,48%


Senin, 21 September 2026 / 22:24 WIB
Saham AI Menguat, Wall Street Naik Dipimpin Nasdaq 1,48%
ILUSTRASI. Wall Street - The Fed (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Senin (21/9/2026), ditopang reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) serta penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS dan harga minyak.

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones naik 0,47% menjadi 51.923,89, S&P 500 menguat 0,92% ke 7.720,88, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 1,48% ke 26.915,76 pada pukul 10.24 waktu setempat.

Penguatan terutama terjadi pada saham teknologi dan semikonduktor.

Advanced Micro Devices (AMD) melesat 8,5% dan menjadi perusahaan chip terbaru yang mencapai kapitalisasi pasar US$ 1 triliun. Intel juga menguat 9%, sementara Micron naik 3%.

Baca Juga: Saham AI Dongkrak Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Menguat

Saham Meta Platforms melonjak 6,2% setelah Wells Fargo menaikkan target harga saham tersebut. Accenture turut naik 3,5% setelah menggandeng Anthropic untuk menginvestasikan US$ 2 miliar dalam pengembangan dan evaluasi AI.

"Antusiasme terhadap pengembangan dan adopsi AI telah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan laba perusahaan dan kenaikan pasar saham dalam beberapa tahun terakhir," kata Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer Northlight Asset Management.

Sentimen pasar juga terbantu penurunan harga minyak lebih dari 3% ke level terendah dalam 11 hari.

Harapan adanya kemajuan dalam negosiasi konflik di Timur Tengah selama pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dari energi.

Penurunan harga minyak turut mendorong yield US Treasury 10 tahun turun di bawah level 5%, sehingga memberikan ruang bagi aset berisiko seperti saham untuk menguat.

Namun, investor masih mencermati arah suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga tambahan pada bulan depan sekitar 50%, berdasarkan CME FedWatch.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Variatif, Nasdaq Tertekan Kekhawatiran Belanja AI

Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee mengatakan tekanan inflasi AS kini tidak hanya berasal dari tarif dan energi, tetapi juga dari kuatnya permintaan.

Pekan ini, setidaknya 10 pejabat bank sentral AS dijadwalkan menyampaikan pandangan mengenai kebijakan moneter.

Di sisi lain, perkembangan geopolitik juga menjadi perhatian pasar. Presiden AS Donald Trump menyatakan terbuka untuk bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang diperkirakan menghadiri Sidang Umum PBB di New York pekan ini.

Bitcoin juga menguat 5,3% ke level tertinggi dalam lebih dari tujuh bulan, mencerminkan meningkatnya minat terhadap aset berisiko. Saham Coinbase naik 5%, sedangkan Strategy menguat 8%.

Investor juga menanti pertemuan AS-China pada Kamis yang berpotensi membahas perpanjangan gencatan tarif, konflik Iran serta regulasi perkembangan AI.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×