kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Saham, Komoditas dan Euro Merah


Jumat, 05 Februari 2010 / 19:01 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Syamsul Azhar

LONDON. Harga saham dan komoditas hampir di seluruh penjuru dunia hari ini rontok. Mata uang euro juga terjerembab, terendah dalam delapan bulan terakhir.

Harga obligasi berisiko rendah dalam dua hari terakhir ini melambung, menyikapi kepedulian pemerintah di kawasan Eropa yang berjuang untuk mendanai defisit anggaran mereka seperti halnya Amerika Serikat yang kini tengah terbebani oleh bayang-bayang lonjakan jumlah pengangguran.

Indeks MSCI World di 23 negara di bursa London mengalami penurunan sekitar 1,2% dalam empat bulan. Sedangkan indeks berjangka di Standard & Poors 500 tergelioncir 0,7%.

Mata uang euro mengalami tekanan sebesar 0,6% terhadap dollar Amerika Serikat. Sementara harga tembaga juga anjok di titik terendah sejak Oktober. harga emas pun merosot.

Kondisi ini lebih di perparah lagi dengan melonjaknya ongkos asuransi Credit default swap terhadap beberapa negara, seperti Spanyol, Yunani dan Portugal. Ini terjadi setelah Presiden Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet gagal menenangkan investor.

Investor khawatir negara-negara yang menggunakan mata uang euro akan terjebak dalam jeratan utang lantaran euro terus tertekan oleh dollar AS. Padahal perekonomian AS juga belum bagus-bagus amat. Ekonom memperkirakan kemungkinan tingkat pengangguran akan meningkat sebesar 15.000 dari bulan lalu. Ini berarti di atas rata-rata tingkat pengangguran dalam 26 tahun terakhir, karena lebih tinggi dari 10% dari angkatan kerja.

"Kami akan merasakan tambahan jumlah orang miskin yang berasal dari Amerika Serikat, kini masa depan euro menjadi tanda tanya besar," kata Andrew Freris, senior invesment strategist di BNP Paribas Wealth Management, dalam wawancara dengan Bloomberg TV di Hong Kong. "Kami tidak yakin dengan adanya pemulihan," tambahnya.

Indeks Dow Jones Stoxx 600 di Eropa merosot 1,9%, melanjutkan tekanan sehari sebelumnya yang merosot 2,7%. Indeks PSI di Portugal jatuh 2,5% juga Indeks di Athena Stock Exchange 3,8%. Dua bursa ini memimpin penurunan indeks saham di 18 bursa yang menjadi acuan di Eropa Barat.




TERBARU

[X]
×