kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,82   1,25   0.16%
  • EMAS1.008.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.17%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Samsung memproyeksi permintaan smartphone naik di semester II-2020


Kamis, 30 Juli 2020 / 16:24 WIB
Samsung memproyeksi permintaan smartphone naik di semester II-2020
ILUSTRASI. Samsung. REUTERS/Aly Song/File Photo

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Samsung Electronic Co Ltd berharap pemulihan ekonomi global bisa mendongkrak permintaan untuk telepon pintar (smartphone) dan elektronik guna mendorong pendapatan perusahaan di paruh kedua tahun ini. Optimisme ini muncul setelah pandemi Covid-19 membuat bisnis perusahaan tersendat secara kuartalan. 

Samsung, yang juga menjadi produsen chip memori top dunia, membuat proyeksi optimis pasca mengumumkan kinerja di kuartal II 2020. Namun, mengutip artikel yang dimuat Reuters, Kamis (30/7) pihaknya juga memperingatkan bahwa pandemi dan perselisihan perdagangan bisa menimbulkan risiko berkelanjutan dan berpotensi menggerus laba. 

Samsung sejatinya masih membukukan lonjakan sebesar 23% dari segi laba operasional pada kuartal April-Juni 2020. Peningkatan tersebut mayoritas ditopang oleh penjualan chip memori DRAM yang kuat ke penyedia server online, bersama dengan adanya pemangkasan biaya pemasaran. 

Baca Juga: Walau disanksi AS, Huawei berhasil menjadi telepon pintar paling laris di dunia

Walau dibanderol harga tinggi, chip buatan Samsung terbukti laris di pasaran lantaran tren masyarakat di tengah pandemi membutuhkan sokongan untuk bekerja secara daring. Walhasil, permintaan pun terus melonjak di kuartal II 2020 ketika banyak konsumen yang bekerja dan belajar dari rumah. 

Mitra bisnis Samsung Korea, SK Hynix dan perusahan Amerika Serikat (AS), Micron Technology Inc, juga ikut merasakan keuntungan dari tren tersebut. 

Laba operasional pada bisnis chip Samsung melonjak 60% menjadi 5,43 triliun won di kuartal kedua, jumlah tersebut mewakili dua pertiga dari total pendapatan perusahaan sebesar 8,1 triliun won. 

Samsung mengatakan, pihaknya memperkirakan permintaan server untuk chip tetap solid untuk sisa tahun ini dan peningkatan permintaan smartphone akan semakin deras, mengingat peluncuran produk yang direncanakan akan segera dilakukan untuk mengantisipasi permintaan ponsel dengan teknologi 5G. 

Namun, Samsung dan perusahaan teknologi Asia lainnya sedang mengalami permasalahan rantai pasok yang diguncang dari ketegangan perdagangan antara AS dan China yang menempatkan perdagangan di bidang komponen, perangkat, dan teknologi berada di bawah kekuasaan politik. 

"Mengingat banyak ketidakpastian termasuk Covid-19, ketegangan perdagangan dan pelanggan yang mengubah pola strategi investasi mereka, masih sulit untuk mengatakan kapan (DRAM) akan mencapai titik terendahnya," ujar Wakil Presiden Senior Bisnis Memori Samsung, Han Jin-man. 

Baca Juga: Harga HP Samsung Galaxy A Series terbaru, tersedia diskon akhir bulan

Menurutnya, perusahaan di sisi lain akan terus mengawasi tingkat persediaan chip di perusahaan pusat data pada semester I 2020 untuk memenuhi permintaan di sektor telekomunikasi.

SK Hynix dan beberapa analis telah menggambarkan prospek yang lebih suram, dan memprediksi harga chip DRAM akan turun. "Permintaan di semester II akan relatif lemah, tetapi tidak akan ke level yang dikhawatirkan pasar," kata Chong Young-san, analis di E-Best Securities. 

Sementara itu, laba operasional kuartal II di divisi ponsel Samsung masih naik 25% menjadi 1,95 triliun won. Namun, total laba bersih mengalami penurunan sebesar 6% menjadi 53 triliun won. 

Selama kuartal kedua ini, Huawei asal China berhasil menyalip Samsung untuk pertama kalinya sebagai penjual ponsel terbesar di dunia, lewat pengiriman 55,8 juta perangkat menurut riset Canalyts. Angka tersebut jauh mengalahkan Samsung yang hanya mampu mengirim 53,7 juta ponsel. 

Kenaikan Huawei didorong oleh penjualan di China, di mana kasus Covid-19 baru terbilang rendah, tetapi Samsung sangat percaya diri akan mendapatkan kembali pangsa pasar lantaran permintaan di beberapa negara juga berangsur pulih. 

Samsung juga telah mengungkap rencananya untuk meluncurkan smartphone unggulan baru, termasuk Galaxy Note dan telepon lipat di Semester II 2020, serta berupaya untuk memperluas penjualan di segmen menengah. 



TERBARU

[X]
×