Senat AS Menyetujui Pemberian Bantuan US$ 12 Miliar untuk Ukraina

Jumat, 30 September 2022 | 13:44 WIB Sumber: Al Jazeera
Senat AS Menyetujui Pemberian Bantuan US$ 12 Miliar untuk Ukraina

ILUSTRASI. Senat AS menyetujui US$ 12 miliar untuk Ukraina dalam RUU pendanaan pemerintah


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Senat Amerika Serikat telah meloloskan undang-undang pendanaan jangka pendek pemerintah yang memberikan bantuan US$ 12,3 miliar ke Ukraina, karena pemerintahan Biden berjanji untuk mempertahankan dukungan keuangan bagi Kyiv untuk memerangi invasi Rusia.

Undang-undang tersebut, yang disahkan oleh pemungutan suara Senat pada hari Kamis, diharapkan akan disetujui di Dewan Perwakilan Rakyat sebelum diajukan ke meja Presiden Joe Biden. RUU itu akan mendanai pemerintah AS hingga pertengahan Desember, ebelum tahun fiskal berakhir pada tengah malam pada hari Jumat.

Ini juga mengizinkan transfer US$ 3,7 miliar senjata AS ke Ukraina yang terbaru dari serangkaian paket Kongres substansial yang menurut legislator Amerika bertujuan untuk meningkatkan pertahanan Ukraina melawan Rusia.

Baca Juga: AS Menyatakan Kemitraan Pasifik Telah Disepakati, Janjikan Bantuan Bernilai Besar

Pada bulan Mei, Kongres menyetujui US$ 40 miliar bantuan ke Ukraina, dan awal tahun ini dialokasikan US$ 13,6 miliar untuk Kyiv untuk melawan invasi.Pemerintahan Biden telah mengeluarkan dana melalui paket bantuan kemanusiaan dan militer secara berkala.

Rusia melancarkan invasi ke tetangganya pada Februari setelah kebuntuan selama berbulan-bulan yang membuat Putin menuntut diakhirinya ekspansi NATO ke bekas republik Soviet.

Tetapi kampanye militer Moskow telah terperosok oleh kemunduran. Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan Ukraina merebut kembali sebagian besar wilayah dalam serangan balasan di timur negara itu.

Baca Juga: Kremlin: Klaim Rusia di Balik Kemungkinan Serangan Pipa Gas Nord Stream Adalah Bodoh

Minggu ini, Rusia sedang bersiap untuk mencaplok empat wilayah yang diduduki di Ukraina timur setelah pejabat yang dilantik Moskow di wilayah itu mengadakan pemungutan suara yang dikutuk secara luas untuk bergabung dengan Rusia.

AS dan sekutunya telah mengecam apa yang disebut “referendum” dan menolak rencana aneksasi Rusia sebagai pelanggaran terhadap piagam PBB.

Editor: Handoyo .

Terbaru