kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.200   150,00   0,83%
  • IDX 5.342   -252,63   -4,52%
  • KOMPAS100 698   -37,93   -5,15%
  • LQ45 527   -30,67   -5,50%
  • ISSI 185   -9,94   -5,11%
  • IDX30 298   -17,74   -5,61%
  • IDXHIDIV20 370   -21,50   -5,49%
  • IDX80 79   -4,39   -5,24%
  • IDXV30 102   -4,22   -3,96%
  • IDXQ30 96   -6,26   -6,12%

Shell Mulai Lepas Aset di Energi Terbarukan


Jumat, 01 Maret 2024 / 00:14 WIB
ILUSTRASI. Shell Indonesia


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Savion, unit bisnis Shell di Amerika Serikat (AS), menjual sekitar seperempat asetnya. Langkah ini memperpanjang kemunduran raksasa migas tersebut di proyek energi terbarukan. 

Menurut laporan Reuters,  Bank investasi Jefferies menjalankan penjualan hingga 10,6 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga surya dan aset penyimpanan yang saat ini sedang dikembangkan Savion. Namun, belum diketahui nilai aset tersebut.

Savion saat ini sedan mengembangkan proyek tenaga surya dan storage dengan kapasitas 39,1 GW. Perusahaan telah berhasil merampungkan pembangunan dari proyek itu besar 2,3 MW. 

Baca Juga: Tahun Ini, Perusahaan Niaga Migas Masih Rajin Tambah SPBU

Shell mengakuisisi Savion pada 2021 sebaga bahian dari strategi mantan CEO Ben Van Beurden untuk tumbuh di pasar energi rendah karbon dan mengurangi jejak karbon. 

Namun, dua tahun setelahnya, strategi Shell di bawah kepemimpinan CEO Wael Sawan mengalami perubahan. Sawan telah berjanji untuk fokus pada bisnis yang paling menguntungkan sejak menjabat pada Januari 2023. 

Pada Juni, Sawan mengatakan Shell ingin fokus pada akses terhadap energi rendah karbon yang dapat dijual dan diperdagangkan daripada memiliki aset pembangkitan, yang biasanya menghasilkan keuntungan lebih rendah.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×