Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Baru sekitar sebulan menjabat, CEO John Ternus dilaporkan sudah menyiapkan perubahan terhadap cara Apple mengembangkan dan meluncurkan produk.
Apple memasuki babak baru setelah John Ternus resmi menggantikan Tim Cook sebagai CEO pada 1 September 2026.
Salah satu perubahan terbesar adalah rencana mempercepat pengembangan produk agar Apple bisa menghadirkan lebih banyak perangkat sepanjang tahun.
Menurut laporan Bloomberg, Ternus ingin Apple menjadi perusahaan yang lebih eksperimental dan mampu memperkenalkan produk baru dengan lebih cepat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya saing Apple ketika industri teknologi semakin dipengaruhi perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga: Baru Tiga Minggu Jadi CEO, John Ternus Sukses Bawa Saham Apple Cetak Rekor
Apple Rilis Produk Sepanjang Tahun
Musim semi biasanya menjadi salah satu periode peluncuran, sementara musim gugur menjadi momentum terbesar, terutama untuk iPhone.
Di bawah Ternus, Apple disebut ingin menambah peluncuran di luar dua periode tersebut sehingga produk baru bisa hadir lebih merata sepanjang tahun.
Fokusnya lebih kepada memperpendek waktu pengembangan dan memperbanyak produk yang bisa diperkenalkan kepada konsumen.
Laporan tersebut juga menyebut perubahan ini tidak akan terjadi secara instan. Pola pengembangan produk Apple sudah terbentuk selama bertahun-tahun sehingga membutuhkan waktu untuk diubah.
Baca Juga: Apple Tersalip Samsung Setelah 16 Tahun, Skor Brand Intimacy Anjlok
Ternus Ingin Lebih Bereksperimen
Apple dikenal sangat berhati-hati ketika memperkenalkan kategori produk baru. Strategi tersebut membantu perusahaan menjaga standar desain dan kualitas.
Di saat yang sama, proses pengembangan yang panjang juga bisa membuat Apple bergerak lebih lambat dibandingkan perubahan teknologi di pasar.
Ternus ingin tim pengembangan Apple dapat menghasilkan lebih banyak produk dalam waktu yang lebih singkat. Menurut laporan Bloomberg, ia juga ingin organisasi Apple menjadi lebih ramping dengan fokus yang lebih besar pada bidang engineering.
Apple sendiri menunjuk latar belakang engineering Ternus sebagai salah satu alasan penting di balik penunjukannya sebagai CEO.
Apple juga disebut ingin mencari sumber pendapatan tambahan. Salah satu caranya adalah memperluas portofolio produk dan layanan, sekaligus meningkatkan pendapatan dari pengguna produk yang sudah ada.
Dalam laporan resmi Apple terkait penunjukkan Ternus sebagai CEO, mereka menyebut bisnis Services telah berkembang menjadi bisnis bernilai lebih dari US$100 miliar selama era Tim Cook.
Semakin banyak produk baru yang masuk ke pasar dapat membuka lebih banyak peluang bagi Apple untuk mendapatkan pendapatan dari perangkat keras sekaligus layanan yang terhubung dengannya.
Baca Juga: Gaji John Ternus Jadi CEO Apple Capai Rp1 Triliun, Ini Rinciannya














