kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.010   39,00   0,22%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Suhu dingin di Eropa tewaskan 86 orang


Kamis, 02 Februari 2012 / 11:36 WIB
ILUSTRASI. Semangka bisa dimanfaatkan sebagai masker wajah alami sebelum tidur.


Reporter: Edy Can, BBC, Reuters | Editor: Edy Can

KIEV/BELGRADE. Salju tebal yang menyelimuti bumi Eropa mulai mengkhawatirkan. Sedikitnya 86 orang tewas akibat kedinginan.

Di Ukraina, jumlah orang yang tewas akibat kedinginan telah mencapai 43 orang dalam lima hari terakhir. Sebanyak 13 orang mengalami hipotermia dalam 24 jam terakhir. Akibat suhu dingin dan salju tebal ini, sekolah dan universitas di ibukota Ukraina, Kiev, telah diliburkan.

Di Polandia, dilaporkan lebih dari 20 orang tewas. Lima diantaranya adalah gelandangan.

Di Kneja, Bulgaria, delapan orang tewas. Sementara di negara tetangganya, Rumania, sedikitnya 14 meninggalkan akibat kedinginan.

Suhu udara di berbagai negara Eropa dilaporkan sangat dingin. Di Utara Yunani, suhu mencapai -16 derajat Celsius. Sementara di Moskow, suhu udara pada siang hari mencapai -22 derajat Celsius. Di Sofia, Bulgaria, suhu udara anjlok hingga -30 derajat Celsius.

Cuaca yang dingin ini menimbulkan kekhawatiran pasokan gas ke Eropa. Seorang sumber di perusahaan gas, Gazprrom, mengakui ada kenaikan permintaan gas akibat suhu yang dingin ini. Asal tahu saja, Gazprom memasok 25% kebutuhan impor gas Eropa. "Kendati ada peningkatan permintaan di Russia, Gazprom tetap akan memenuhi kontraknya dengan klien-klien di Eropa," kata seorang sumber.




TERBARU

[X]
×