kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Tambal anggaran, Putin jual Rosneft


Kamis, 08 Desember 2016 / 20:58 WIB
Tambal anggaran, Putin jual Rosneft

Reporter: Mona Tobing | Editor: Dupla Kartini

MOSKOW. Rusia menjual saham raksasa minyak Rosneft senilai € 10,5 atau setara US$ 11,3 miliar. Saham tersebut dilego ke Qatar dan Glencore Plc, perusahaan komoditas pertambangan asal Swiss. Penjualan Rosneft diharapkan dapat menambal anggaran negara.

Penjualan ini diumumkan langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin melalui televisi negaranya pada Rabu (7/12) malam. Dalam kesepakatan yang terbilang mengejutkan ini, Rusia menjual 19,5% saham Rosneft kepada dua investor terbarunya.


"Ini adalah kesepakatan privatisasi terbesar dan penjualan terbesar serta akuisisi di sektor minyak dan gas global pada tahun 2016," ucap Putin dalam sambutannyaseperti dilansir Reuters.

Rupanya Putin cukup puas dengan transaksi ini. Putin berharap konsorsium investor baru akan meningkatkan tata kelola dan transparansi Rosneft dan akan meningkatkan nilai pasarnya.

Chief Executive Rosneft Igor Sechin memuji Putin karena atas kontribusinya, kesepakatan ini bisa terjadi. "Mengingat keadaan ekonomi sedang sulit dan tenggat waktu sangat ketat untuk berbagai jenis proyek. Namun kami dapat mencapai kesepakatan dengan bagus berkat kontribusi dan dukungan anda (Putin)," ujar Sechin.

Sechin menyebut, selama ini perusahaan mengadakan pembicaraan dengan lebih dari 30 pembeli potensial dari Eropa, Amerika, Asia dan Timur Tengah terkait penjualan Rosfnet. Ia juga mengaku puas dengan harga yang dinegosiasikan yang menurutnya telah maksimal, meskipun terdiskon 5%.

Penjualan aset Rosfnet ini disambut gembira sejumlah pejabat Rusia. Sumber Reuters di Pemerintahan Rusia membisikkan, kesepakatan ini akan memberikan sumbangan besar bagi kebutuhan negara saat ini. "Untuk mengisi kesenjangan dalam anggaran negara yang disebabkan perlambatan ekonomi dan sanksi," ucapnya.

Rusia menjual aset Rosfnet untuk mengumpulkan uang setelah harga minyak jatuh dan melemahkan pendapatan pemerintah. Analis Raiffeisen Bank di Moskow Andrey Polischuk menilai langkah Pemerintah Rusia cukup mengejutkan. Ini terjadi pascadua minggu bersama OPEC setuju untuk memangkas produksi minyak global. Pengumuman ini disebut menjadi sinyal baik untuk investor Rosfnet.

"Sechin telah berhasil menemukan pembeli dan perusahaan akan menghindari pengeluaran besar untuk membeli kembali sahamnya sendiri," ujar Polischuk.

Mengingatkan kembali pada Oktober lalu Putin sempat mengatakan jika tidak ada kesepakatan pembelian Rosfnet, maka, ada kemungkinan Rosfnet akan membeli sahamnya kembali.




TERBARU

Close [X]
×