kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45795,33   3,48   0.44%
  • EMAS938.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.38%
  • RD.CAMPURAN 0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

Tolak resolusi nuklir, Iran: Mereka yang buat keputusan akan pikul konsekuensinya!


Sabtu, 20 Juni 2020 / 00:01 WIB
Tolak resolusi nuklir, Iran: Mereka yang buat keputusan akan pikul konsekuensinya!
ILUSTRASI. Seorang anak laki-laki berdiri di belakang bendera Iran di Bandara Internasional Mehrabad, Iran, 5 Mei 2010.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WINA. Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengeluarkan resolusi pada Jumat (19/6) yang menyerukan Iran untuk memberikan akses ke dua bekas lokasi nuklir mereka.

Prancis, Jerman, dan Inggris yang mengajukan resolusi itu dan mendapat dukungan suara 25 banding 2 dan 7 abstain dari anggota IAEA. Dua negara yang memberikan suara menentang resolusi adalah Rusia dan China.

Resolusi tersebut bisa menekan Iran untuk membiarkan inspektur memasuki dua lokasi yang IAEA sebutkan dalam laporan Maret dan awal Juni, dan untuk mengklarifikasi asal bahan nuklir yang tidak diumumkan yang badan itu temukan di situs lain.

Baca Juga: Unjuk kekuatan di latihan perang, Iran tembakkan rudal jelajah di Teluk Oman

"Resolusi tersebut menekankan pentingnya negara (Iran) mematuhi sepenuhnya kewajiban perlindungan mereka dan memfasilitasi akses seperti yang disyaratkan ketika diberitahukan oleh IAEA," kata IAEA dalam pernyataan seperti dikutip The Jerusalem Post.

Duta Besar Iran untuk IAEA Kazem Gharib Abadi menegaskan, Teheran sepenuhnya menolak resolusi tersebut.

"Iran sepenuhnya menolak resolusi ini dan akan menanggapi dengan tepat," tegas dia seperti dilansir kantor berita ISNA. "Mereka yang membuat keputusan ini akan memikul tanggungjawab atas konsekuensinya".

Baca Juga: Program nuklir Teheran, Rusia: AS tidak punya hak untuk menghukum Iran

Menurut Gharib Abadi, resolusi tersebut berdasarkan tuduhan palsu dan tidak berdasar. "Ini adalah langkah yang sepenuhnya tidak konstruktif dan politis yang mendorong kami ke arah krisis kerjasama yang tidak perlu (dengan IAEA)," ujarnya.


Tag


TERBARU

[X]
×