kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.001   -56,00   -0,31%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Utang CoreWeave Tembus US$ 50 Miliar, JPMorgan Ungkap Risiko bagi Bank Global


Selasa, 20 Oktober 2026 / 15:00 WIB
Utang CoreWeave Tembus US$ 50 Miliar, JPMorgan Ungkap Risiko bagi Bank Global
ILUSTRASI. Wall Street - Bursa AS (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sebagian besar bank global memiliki eksposur terbatas terhadap CoreWeave, perusahaan penyedia infrastruktur komputasi awan untuk kecerdasan buatan (AI) yang didukung Nvidia. Hal tersebut berdasarkan estimasi JPMorgan yang dirilis pada Selasa, menyusul penurunan harga saham dan obligasi CoreWeave pekan lalu akibat kekhawatiran investor terhadap pembiayaan utang perusahaan.

Belanja infrastruktur AI yang terus meningkat telah memicu kegelisahan investor di pasar global. Perusahaan teknologi berlomba menghimpun dana dari investor kredit swasta, perbankan, dan pasar obligasi untuk mempercepat ekspansi, sementara kekhawatiran mengenai tingkat pengembalian investasi semakin menguat.

Dalam laporannya, JPMorgan memperkirakan sejumlah bank investasi besar Amerika Serikat (AS) serta MUFG dari Jepang berpotensi memiliki eksposur terhadap CoreWeave sekitar US$ 1 miliar hingga US$ 3 miliar. Sementara itu, sebagian besar bank di Eropa dan Asia memiliki eksposur kurang dari US$ 500 juta.

Baca Juga: Toko Mewah di Milan Tutup Khawatir Kerusuhan, Italia Siapkan Pengerahan 500 Tentara

JPMorgan menyebut sebagian besar eksposur tersebut berasal dari fasilitas pinjaman berjangka dengan pencairan tertunda (delayed draw term loans). Fasilitas ini umumnya dikelola melalui entitas bertujuan khusus (special-purpose vehicles/SPV), dengan pencairan dana dilakukan secara bertahap setelah proyek memenuhi sejumlah target atau tahapan yang telah ditentukan.

“Dari perspektif bank pemberi pembiayaan, kami menilai eksposur perbankan terhadap CoreWeave dikelola dengan baik dan memiliki jaminan yang sangat kuat,” kata analis JPMorgan yang dipimpin Kian Abouhossein dalam sebuah catatan riset.

Meski demikian, JPMorgan menegaskan bahwa estimasi tersebut didasarkan pada asumsi yang disederhanakan. Hal ini disebabkan keterbatasan keterbukaan informasi dari bank mengenai eksposur mereka terhadap siklus investasi AI.

JPMorgan sendiri memberikan rekomendasi overweight terhadap saham CoreWeave, dengan target harga US$ 125 pada akhir 2027.

Menurut estimasi perusahaan pialang tersebut, CoreWeave memiliki komitmen fasilitas pinjaman berjangka dengan pencairan tertunda sekitar US$ 24 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar US$ 15 miliar telah dicairkan, sedangkan US$ 9 miliar lainnya masih belum digunakan.

CoreWeave merupakan penyedia infrastruktur komputasi berkinerja tinggi untuk kebutuhan AI. Perusahaan ini telah mengamankan kontrak bernilai puluhan miliar dolar AS dengan sejumlah perusahaan teknologi besar. Namun, CoreWeave juga memiliki total utang sekitar US$ 50 miliar.

Tekanan pasar terhadap kondisi keuangan perusahaan meningkat pekan lalu. Imbal hasil obligasi CoreWeave yang jatuh tempo pada 2031 sempat menyentuh hampir 16%, sementara biaya perlindungan terhadap risiko gagal bayar utangnya naik ke kisaran 1.000 basis poin.

Baca Juga: Trump Siapkan Bantuan US$ 8 Miliar untuk Petani AS, Redam Kenaikan Biaya Solar

JPMorgan menilai risiko utama bagi perbankan terletak pada ketidaksesuaian waktu antara besarnya belanja awal untuk membangun infrastruktur AI dan penerimaan pendapatan yang diperoleh secara bertahap.

Bank tersebut memperkirakan arus kas bebas (free cash flow) CoreWeave masih akan berada di zona negatif hingga 2030. Kondisi ini menyoroti tantangan pembiayaan yang dihadapi perusahaan infrastruktur AI, meskipun permintaan terhadap layanan komputasi untuk pengembangan kecerdasan buatan terus berkembang.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×