kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45754,18   -2,20   -0.29%
  • EMAS1.007.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Waspada milenial! WHO: Kaum muda bisa terinfeksi dan mati karena Covid-19


Rabu, 05 Agustus 2020 / 05:59 WIB
Waspada milenial! WHO: Kaum muda bisa terinfeksi dan mati karena Covid-19
ILUSTRASI. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. REUTERS/Denis Balibouse/File Photo

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, milenial yang datang ke klub malam dan pantai merupakan kelompok yang memimpin peningkatan kasus virus corona baru di seluruh dunia. Tidak tanggung-tanggung, proporsi mereka yang berusia 15 hingga 24 tahun yang terinfeksi Covid-19 meningkat tiga kali lipat dalam waktu lima bulan.

Sebuah analisis yang dilakukan oleh WHO tentang 6 juta infeksi antara 24 Februari dan 12 Juli menemukan bahwa proporsi orang berusia 15-24 tahun naik menjadi 15% dari posisi sebelumnya 4,5%.

Baca Juga: Produksi massal vaksin corona bulan depan, WHO desak Rusia patuhi pedoman

Terlepas dari Amerika Serikat yang memimpin penghitungan global dengan 4,8 juta total kasus, negara-negara Eropa termasuk Spanyol, Jerman dan Prancis, dan negara-negara Asia seperti Jepang, telah mengatakan bahwa banyak dari mereka yang baru terinfeksi corona adalah kaum muda.

"Orang-orang yang lebih muda cenderung kurang waspada tentang penyamaran dan jarak sosial," jelas Neysa Ernst, manajer perawat di unit biocontainment Rumah Sakit Johns Hopkins di Baltimore, Maryland mengatakan kepada Reuters dalam sebuah email.

Baca Juga: Corona di Australia: Pelanggar protokol bisa kena denda Rp 200 juta

“Perjalanan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan dan menyebarkan Covid-19,” katanya, seraya menambahkan bahwa kaum muda lebih cenderung pergi bekerja di komunitas, ke pantai atau klub malam, atau membeli bahan makanan.

Lonjakan kasus baru, yang disebut sebagai infeksi gelombang kedua, telah mendorong beberapa negara untuk memberlakukan pembatasan baru dalam perjalanan bahkan ketika perusahaan berlomba untuk menemukan vaksin untuk virus yang menyebar cepat dan telah merenggut lebih dari 680.000 jiwa.



TERBARU

[X]
×