kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,15   -24,18   -2.48%
  • EMAS989.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

WHO: Dunia memasuki tahap awal gelombang ketiga virus corona


Kamis, 15 Juli 2021 / 10:21 WIB
WHO: Dunia memasuki tahap awal gelombang ketiga virus corona
ILUSTRASI. Petugas melakukan proses pemakaman jenazah Covid 19 di TPU Rorotan, Jakarta, Rabu (14/7/2021).


Sumber: TASS | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Dunia kini telah mulai memasuki serangan gelombang ketiga virus corona, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada hari Rabu (14/7).

Bukan tanpa alasan, lonjakan kasus infeksi Covid-19 memang terjadi dalam beberapa minggu terakhir, terutama sejak munculnya varian Delta yang bermula di India.

"Saat ini kita berada pada tahap awal gelombang ketiga," katanya dalam sambutan pembukaan rapat ke-8 Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) tentang Covid-19.

Dilansir dari TASS, kepala WHO mengatakan bahwa dalam seminggu terakhir kasus Covid-19 meningkat secara global, begitu pula dengan tingkat kematian yang sempat menurun dalam 10 minggu.

Baca Juga: WHO larang individu mencampur dan mencocokkan vaksin Covid-19

Selain kemunculan varian Delta, Ghebreyesus mengakui bahwa pembebasan aktivitas serta penerapan protokol kesehatan yang tidak konsisten membuat jumlah infeksi kembali meningkat.

"Varian Delta adalah salah satu pendorong utama peningkatan penularan saat ini, didorong oleh peningkatan mobilitas sosial, dan penggunaan langkah-langkah kesehatan dan sosial masyarakat yang tidak konsisten," lanjutnya.

Menurut Ghebreyesus, varian Delta sekarang sudah ada di lebih dari 111 negara. Atas dasar itu, WHO memperkirakan bahwa varian tersebut akan menjadi varian virus corona yang dominan di seluruh dunia.

Kepala WHO juga menyoroti adanya ketimpangan dalam distribusi vaksin Covid-19 global yang semakin terlihat di antara negara-negara kaya dan negara-negara miskin serta berkembang.

"Ada perbedaan yang mengejutkan dalam distribusi vaksin global. Banyak negara masih belum menerima vaksin apa pun, dan sebagian besar belum menerima cukup," lanjut Ghebreyesus.

Dalam mengatasi masalah ketimpangan tersebut, Ghebreyesus berjanji bahwa COVAX akan melakukan yang terbaik untuk membagikan vaksin dengan cepat dan adil.

Selanjutnya: WHO larang negara kaya beli vaksin booster, ini alasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×