kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Yen melemah, properti Jepang laris manis


Selasa, 10 Februari 2015 / 08:12 WIB
ILUSTRASI. Layanan kredit kendaraan dari perusahaan pembiayaan Adira Finance dan Bank Danamon pada ajang Indonesia International Motor Show 2023 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Semester I-2023, Pembiayaan Multiguna Adira Finance (ADMF) Tembus Rp 11,7 Triliun.


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Yudho Winarto

TOKYO. Pelemahan nilai tukar mata uang yen terhadap Amerika Serikat (AS) membawa dampak positif bagi Jepang. Banyak investor dari Asia dan AS berbondong-bondong memburu real estat dan aset lain di Jepang. 

Alhasil, investasi asing langsung ke Jepang tumbuh dua kali lipat sepanjang tahun lalu. Investasi inbound naik 181% menjadi ¥ 1 triliun, tertinggi sejak 2009. Asia menyumbang kas masuk sebanyak 54% dan AS sebesar 46%. "Pelemahan yen membuat properti Jepang lebih murah untuk pembeli di luar negeri," ujar Kaori Iwasaki, ekonom di Japan Research Institute seperti dikutip Bloomberg

GIC Pte, hedge fund dari Singapura membeli gedung yang bersebelahan dengan Stasiun Tokyo senilai US$ 1,7 miliar. Lalu, Blackstone Group LP setuju untuk membeli GE Japan Corp, pemilik bisnis properti. Begitupun juga dengan CTBC Financial Holding Co asal Taiwan mengakuisisi Tokyo Star Bank Ltd. 

Jepang menuai rekor pendapatan dari investasi asing pada tahun lalu dengan nilai surplus ¥ 18,07 triliun dan tertinggi sejak 1985.




TERBARU

[X]
×