Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - LONDON. Imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) bertenor 10 tahun turun dari level tertinggi 18 bulan pada Senin (3/8/2026) karena harga minyak turun setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan perundingan dengan Iran akan dimulai kembali, meredakan kekhawatiran bahwa konflik tersebut dapat menyebabkan inflasi yang lebih tinggi.
Mengutip Reuters, Senin (3/8/2026), Iran telah menghambat lalu lintas di Selat Hormuz, jalur bagi 20% minyak dan gas alam cair dunia sebelum dimulainya perang, menyebabkan harga energi naik dan memicu inflasi yang lebih luas.
Optimisme yang diperbarui tentang kesepakatan mendorong harga minyak mentah berjangka AS di bawah US$ 80 per barel pada hari Senin, mendukung obligasi pemerintah AS dan menurunkan imbal hasil.
Baca Juga: Bank Terbesar Jepang Nikmati Era Suku Bunga Tinggi, Laba Melonjak 48%
Imbal hasil obligasi 10 tahun terakhir turun 5,5 basis poin (bps) menjadi 4,69%, setelah mencapai level tertinggi sejak Januari 2025 pada hari Jumat sebesar 4,747%.
Imbal hasil obligasi dua tahun, yang sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan Federal Reserve, turun 4 bps menjadi 4,25%.












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
