: WIB    --   
indikator  I  

Bisnis kian melaju, meski ekonomi sedang sulit (2)

Bisnis kian melaju, meski ekonomi sedang sulit (2)

Yoshiko Shonohara memang cukup lihai melihat peluang bisnis. Perusahaan penyedia jasa tenaga kerja paruh waktu yang dikelolanya berkembang pesat, meski keadaan ekonomi sedang tidak bagus. Justru saat pebisnis memangkas ongkos operasional perusahaan dengan mengurangi pekerja tetap, kebutuhan tenaga outsourcing yang disediakan Yoshiko laris manis. Besarnya permintaan pun menyebabkan ekspansi bisnis Yoshiko berjalan mulus.

Pada awal mulanya, bisnis tenaga pekerja kontrak (outsourcing) Yoshiko Shonohara hanya merekrut pekerja wanita. Mulai dari sang pemilik, yakni Yoshiko sendiri hingga pekerja paling bawah, semuanya diisi oleh wanita. Yoshiko, wanita terkaya kedua asal Jepang versi Forbes tersebut juga  hanya mau menyalurkan tenaga kerja wanita, ke perusahaan klien.

Forbes menulis pada 20 Januari lalu, bahwa idealisme Yoshiko tersebut tidak baik bagi perkembangan bisnis, dan sangat tidak sehat. Namun kondisi berubah dan sejak tahun 1980, Yoshiko mulai secara perlahan mempekerjakan pegawai pria, yang pada kenyataannya berdampak positif secara bisnis serta mampu meningkatkan penjualan.

Masuk akhir 1980, perusahaan yang didirikan Yoshiko yakni Temp Staffing Company mulai mengembang. Lalu pada awal tahun 1990 kala ekonomi Jepang berjalan stagnan, bisnis Yoshiko semakin laris. Sebab, saat ekonomi lesu, perusahaan di Jepang memilih lewat perekrutan pekerja paruh waktu, ketimbang memiliki karyawan tetap.

Ibarat mendapat durian runtuh, bisnis Temp Staffing kian menjamur. Saat itu, perusahaan ini sudah menyediakan jasa pekerja paruh waktu. Akibat kejadian ini, Temp Staffing mengeruk untung cukup banyak pada masa itu.


Reporter Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor Tri Adi

YOSHIKO SHINOHARA

Feedback   ↑ x
Close [X]