Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan riitel fesyen asal Jepang, Fast Retailing melaporkan kinerja kuat pada kuartal pertama tahun fiskal 2026 alias periode berakhir 30 November 2025. Pendorong utama secara global adalah Uniqlo.
Pendapatan konsolidasi mencapai 1,03 triliun yen, naik 14,8% secara tahunan. Sementara laba usaha melonjak 31% menjadi 205,6 miliar yen. Laba sebelum pajak tercatat 226,6 miliar yen, tumbuh 15,3%) dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 11,7% menjadi 147,4 miliar yen.
Kinerja awal tahun yang solid memicu induk Uniqlo itu menaikkan proyeksi tahun fiskal 2026. Target pendapatan kini dipatok 3,80 triliun yen atau tumbuh 11,7%, laba usaha 650 miliar yen, melesat 17,9% dan laba bersih 450 miliar yen, naik 3,9%.
"Perusahaan juga meningkatkan estimasi dividen tahunan menjadi 540 yen per saham," tulis Fast Retailing, dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Jumat (13/2).
Baca Juga: Laba Kuartalan Uniqlo Melejit 34%, Tahan Gempuran Tarif AS
Uniqlo International menjadi motor pertumbuhan dengan pendapatan naik 20,3% dan laba melonjak 38%. Didukung pengembangan produk yang relevan dan strategi pemasaran efektif. Pasar greater China, Asia Tenggara, Korea Selatan, India, Australia, Amerika Utara, dan Eropa sama-sama mencatat pertumbuhan dua digit. Di Jepang, penjualan juga meningkat berkat kuatnya permintaan koleksi musim dingin dan produk andalan seperti Heattech. .
Ke depan, Fast Retailing fokus pada penguatan talenta manajemen, ekspansi global, efisiensi biaya, serta pengembangan model bisnis berkelanjutan.
Perusahaan ini juga terus mendorong konsep LifeWear—pakaian sehari-hari berkualitas tinggi dan fungsional—dengan komitmen pada produksi etis dan praktik sirkular seperti perbaikan, daur ulang, dan penggunaan kembali.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)