kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga saat Serangan dengan Israel Terus Berlanjut


Sabtu, 07 Maret 2026 / 17:11 WIB
Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga saat Serangan dengan Israel Terus Berlanjut


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - BEIRUT/WASHINGTON/JERUSALEM. Perang antara Iran dan Israel memasuki pekan kedua dengan saling serang rudal dan drone pada Sabtu (7/3/2026).

Di tengah eskalasi konflik tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga yang terdampak serangan Iran dalam beberapa hari terakhir.

Pezeshkian mengatakan Iran akan menangguhkan serangan terhadap negara-negara di kawasan, kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari wilayah mereka. Ia juga menyampaikan penyesalan atas dampak operasi militer Iran terhadap negara-negara sekitar.

"Saya secara pribadi meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang terdampak oleh tindakan Iran," ujar Pezeshkian.

Permintaan maaf ini muncul setelah sejumlah negara Teluk melaporkan serangan drone dan rudal selama sepekan terakhir. 

Baca Juga: Perang Iran Memasuki Pekan Kedua, Trump Menuntut Penyerahan Tanpa Syarat

Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Arab Saudi menyatakan wilayah mereka terkena serangan, termasuk terhadap infrastruktur sipil seperti hotel, pelabuhan, dan fasilitas minyak.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran telah meluas ke kawasan. Iran membalas serangan dengan menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, sementara Israel juga menyerang kelompok Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.

Sejumlah negara Teluk memang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS, namun sebelumnya mereka menyatakan kepada Washington tidak akan mengizinkan pangkalan tersebut digunakan untuk menyerang Iran.

Serangan lintas kawasan itu memicu kekhawatiran global karena mendorong kenaikan harga energi, mengganggu rantai logistik internasional, serta mengguncang stabilitas kawasan yang menjadi jalur penting ekonomi dunia.

Belum jelas apakah pernyataan Pezeshkian menandakan Iran akan mengurangi strategi serangan di kawasan atau sekadar menjadi peringatan bahwa Teheran masih siap melakukan serangan.

Baca Juga: Ekonomi Eropa Memanas: Konflik Iran Dikhawatirkan Dorong Inflasi Tinggi Lagi!

Prospek diplomatik untuk mengakhiri perang juga dinilai masih suram. Presiden AS Donald Trump bahkan menuntut Iran menyerah tanpa syarat.

“Tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali penyerahan tanpa syarat,” tulis Trump di platform Truth Social.

Menurut Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani, serangan AS dan Israel telah menewaskan sedikitnya 1.332 warga sipil Iran dan melukai ribuan orang. Sementara serangan Iran dilaporkan menewaskan 11 orang di Israel serta sedikitnya enam personel militer AS.

Presiden Rusia Vladimir Putin turut menyampaikan belasungkawa kepada Pezeshkian atas korban sipil dalam konflik tersebut dan menyerukan penghentian segera permusuhan.

Di lapangan, militer Iran menyatakan angkatan lautnya meluncurkan serangan drone ke target di Israel serta titik kumpul dan pangkalan militer AS di Abu Dhabi dan Kuwait. Serangan itu disebut sebagai balasan atas serangan AS terhadap kapal perang Iran IRIS Dena yang menewaskan puluhan pelaut.

Korps Garda Revolusi Iran juga mengaku menyerang tiga posisi kelompok separatis di wilayah Kurdistan Irak pada Sabtu dini hari. Militer Iran memperingatkan akan menghancurkan kelompok tersebut jika mengancam integritas wilayah Iran.

Sementara itu, militer Israel mengatakan telah mendeteksi peluncuran rudal dari Iran menuju wilayahnya. Ledakan terdengar saat sistem pertahanan udara Israel diaktifkan untuk mencegat serangan.

Baca Juga: Jerman Desak Iran Hentikan Serangan dan Siapkan Bantuan Rp 1,87 Triliun

Tak lama kemudian, Israel melancarkan gelombang serangan ke sejumlah infrastruktur di Teheran. Israel juga menyerang Lebanon dengan menyasar target yang diklaim terkait Iran dan Hizbullah.

Bandara Mehrabad di Teheran dilaporkan turut menjadi sasaran serangan, menurut kantor berita Tasnim.

Konflik ini juga mengguncang pasar global. Harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun setelah Selat Hormuz—jalur yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia—praktis tidak dapat dilalui.

Untuk menjaga kepercayaan pelaku industri energi, pemerintah AS menyatakan akan menyediakan skema penjaminan ulang hingga 20 miliar dolar AS bagi perusahaan pengapalan minyak dan gas di kawasan Teluk.

Trump juga menyebut Angkatan Laut AS bisa mengawal kapal-kapal di kawasan tersebut. Namun Garda Revolusi Iran menantang langkah itu, dengan menyatakan Iran “menyambut dan menunggu” kehadiran militer AS di Selat Hormuz.

Baca Juga: Konflik Iran Hambat Penerbangan Timur Tengah, Evakuasi Warga Terjebak Ketidakpastian

Trump sebelumnya juga menuntut agar AS dilibatkan dalam pemilihan pemimpin tertinggi Iran yang baru. Permintaan itu ditolak Teheran.

Duta Besar Iran untuk PBB menegaskan pemilihan pemimpin baru akan dilakukan sesuai konstitusi Iran dan sepenuhnya berdasarkan kehendak rakyat Iran tanpa campur tangan pihak asing.

Iran sendiri menyebut konflik ini sebagai serangan yang tidak diprovokasi serta menilai kematian pemimpin tertingginya sebagai tindakan pembunuhan.




TERBARU

[X]
×