Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Angkatan Laut China mengungkapkan, China dan AS mengadakan pertukaran terbuka dan konstruktif dalam pertemuan di Hawaii tentang keselamatan udara dan maritim pekan lalu. Keduanya sepakat bahwa peningkatan komunikasi dapat mengurangi kesalahan perhitungan dan meningkatkan profesionalisme.
Mengutip Reuters, Selasa (2/6/2026), dalam pernyataan resminya Angkatan Laut China mengatakan pertemuan yang digelar 28-29 Mei tersebut dihadiri oleh perwakilan dari militer kedua belah pihak.
Pernyataan terpisah dari Komando Indo-Pasifik AS mengatakan bahwa mereka menerima perwakilan dari Tentara Pembebasan Rakyat di Honolulu untuk diskusi yang berfokus pada pengurangan risiko pertemuan yang tidak aman dan tidak profesional.
Baca Juga: Amazon Prime Day 2026 Maju ke Juni, Ini Alasan Jadwalnya Diubah
Pertemuan ini menyusul pertemuan puncak tingkat tinggi antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump bulan lalu dan dapat meredakan kekhawatiran tentang kurangnya komunikasi setelah absennya pejabat militer tinggi China di Dialog Shangri-La, forum pertahanan regional, di Singapura pada akhir pekan lalu.
Pada pertemuan puncak bulan lalu, Xi dan Trump sepakat untuk mengejar hubungan konstruktif stabilitas strategis, yang menurut para analis dapat menetapkan batasan praktis tentang bagaimana kedua kekuatan tersebut berinteraksi.
“Kerangka strategis bersama ini menggeser dinamika bilateral melampaui manajemen krisis reaktif menuju pembangunan stabilitas yang lebih terencana dan berorientasi ke masa depan,” kata Wang Dong, seorang profesor studi internasional di Universitas Peking.
Pada Dialog Shangri-La, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperingatkan tentang peningkatan militer historis China dan mendesak negara-negara Asia untuk meningkatkan pengeluaran dan kemampuan pertahanan mereka.
Baca Juga: Trump Akan Kenakan Tarif Baru 25% atas Impor Brasil, Ini Sektor yang Terdampak
Namun, ia juga mengatakan bahwa hubungan antara AS dan Tiongkok lebih baik daripada yang pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan, tidak seperti dalam pidatonya di forum tahun lalu, tidak menyebut Taiwan, menunjukkan bahwa Washington mengadopsi nada yang terukur pada isu yang kontroversial tersebut.
China memandang Taiwan yang dikelola secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri, dan tidak pernah melepaskan penggunaan kekuatan terhadap pulau tersebut. AS terikat oleh hukum untuk mempersenjatai Taipei, yang telah lama ditentang oleh Beijing.
Selain menekankan pentingnya komunikasi, pernyataan Angkatan Laut China juga mengatakan bahwaC hina "dengan tegas menentang setiap tindakan yang merusak kedaulatan dan keamanan China."













