kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.880   21,00   0,12%
  • IDX 6.219   91,48   1,49%
  • KOMPAS100 827   19,90   2,46%
  • LQ45 620   9,21   1,51%
  • ISSI 216   0,74   0,34%
  • IDX30 351   3,11   0,89%
  • IDXHIDIV20 428   1,50   0,35%
  • IDX80 94   1,40   1,51%
  • IDXV30 118   -0,28   -0,24%
  • IDXQ30 112   0,74   0,67%

Yuan China Sentuh Puncak 3 Tahun Selasa (2/6), Investor Pantau Perundingan Iran-AS


Selasa, 02 Juni 2026 / 11:09 WIB
Yuan China Sentuh Puncak 3 Tahun Selasa (2/6), Investor Pantau Perundingan Iran-AS
ILUSTRASI. Yuan, Reminbi, China Yuan, CNY (Dok/Syamsul Ashar)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Mata uang yuan China menguat ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (2/6/2026).

Namun, penguatan yuan masih dibatasi oleh sikap hati-hati investor yang terus mencermati perkembangan perundingan perdamaian di Timur Tengah.

Baca Juga: Trump Tandatangani Maklumat untuk Ubah Aturan Tarif Impor Baja, Aluminium dan Tembaga

Di pasar domestik (onshore), yuan sempat menguat hingga level 6,7621 per dolar AS, yang merupakan posisi terkuat sejak Februari 2023. Hingga pukul 03.15 GMT, yuan diperdagangkan di level 6,7625 per dolar AS.

Sementara itu, yuan offshore juga mengikuti tren penguatan dan terakhir berada di level 6,7609 per dolar AS.

Sentimen pasar dipengaruhi perkembangan terbaru di Timur Tengah. Lebanon pada Senin (1/6/2026) mengumumkan gencatan senjata parsial antara kelompok Hezbollah dan Israel, yang dinilai sebagai langkah awal menuju deeskalasi konflik yang telah menewaskan ribuan orang dan memperluas dampak perang antara AS, Israel, dan Iran.

Namun, ketidakpastian masih tinggi setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran menghentikan perundingan tidak langsung dengan Washington dan mempertimbangkan untuk mengakhiri gencatan senjata yang telah berlangsung sejak awal April.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlangsung dengan cepat.

Analis ANZ menilai, pasar tetap optimistis bahwa AS dan Iran pada akhirnya dapat mencapai kesepakatan yang memungkinkan berakhirnya konflik dan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

Seiring penguatan yuan belakangan ini, ANZ merevisi proyeksi nilai tukar yuan untuk kuartal II dan III 2026 menjadi masing-masing 6,75 dan 6,73 per dolar AS, dari sebelumnya 6,80 dan 6,75. Meski demikian, target akhir tahun tetap dipertahankan di level 6,70 per dolar AS.

Baca Juga: UPDATE-Bursa Asia Terkoreksi, Ketidakpastian Timur Tengah Kalahkan Sentimen AI

PBOC Tetap Jaga Stabilitas

Sebelum perdagangan dibuka, Bank Sentral China (PBOC) menetapkan kurs tengah (midpoint) yuan di level 6,8187 per dolar AS. Angka tersebut 467 poin lebih lemah dibandingkan estimasi Reuters di level 6,7720.

Dalam sistem nilai tukar China, yuan diperbolehkan bergerak dalam rentang 2% di atas atau di bawah kurs tengah yang ditetapkan setiap hari oleh PBOC.

Berdasarkan perhitungan Reuters terhadap data resmi, nilai tukar yuan berbasis keranjang mata uang CFETS terhadap mitra dagang utama China naik ke level 100,9, tertinggi dalam hampir 16 bulan terakhir.

Sejak pecahnya konflik Iran pada akhir Februari lalu, yuan menjadi salah satu mata uang pasar berkembang dengan kinerja terbaik.

Mata uang Negeri Tirai Bambu tersebut telah menguat sekitar 3,3% terhadap dolar AS sepanjang tahun ini.

Baca Juga: IPO SpaceX Makin Dekat, 5% Saham Disiapkan untuk Investor Terpilih

Sementara itu, indeks CFETS yuan basket juga tercatat naik sekitar 3% sejak awal tahun.

Analis Barclays memperkirakan yuan masih berpotensi mengungguli mata uang negara berkembang lainnya.

Namun, mereka mengingatkan otoritas China kemungkinan akan mulai khawatir apabila indeks CFETS menembus level 102, yang akan menjadi posisi tertinggi sejak Agustus 2022.

Pelaku pasar menilai penguatan yuan yang terlalu cepat berpotensi mengurangi daya saing ekspor China di pasar global.

Karena itu, langkah PBOC yang terus menetapkan kurs tengah lebih lemah dari perkiraan pasar dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mencegah apresiasi yuan yang berlebihan.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×